Pusat Jajan Semarang

Berwisata kuliner di wilayah Semarang memang sangat menggiurkan. Berbagai makanan khas, baik makanan tradisional maupun makanan hasil asimilasi warga sejak lama, seperti menu China banyak bertebaran di kota yang lekat dengan sejarah Cina ini. Soal rasa, jangan ditanya, hamper semua menu di Semarang rasanya pas buat lidah para pengunjungnya. Dari rasa manis, gurih, pedas semuanya ada.

Nah, beberapa lokasi yang bisa dikunjungi untuk menikmati wisata kuliner di Semarang perlu tahu, supaya gak bingung dan bisa mengatur jadwal kunjungan kuliner selama di Semarang. Yuk intip lokasi pusat jajanan buat mencoba berbagai makanan khas Semarang.


Pasar atau  Warung Semawis
Warung Semawis adalah pasar kuliner malam di Semarang, letaknya di Gang Warung. Di jalan sepanjang 200 meter ini berderet panjang sekitar 120 tenda kerucut penjual aneka makanan dan minuman, dari yang tradisonal hingga internasional. Dari camilan ringan hingga makanan berat.

Pasar yang digelar di Gang Warung, Pecinan, Kota Semarang, setiap akhir pekan dari Jumat hingga Minggu dari pukul 18.00 – 23.00 WIB, menyajikan aneka jajanan kuliner khas Semarang. Pada setiap gelaran akhir pekan gang Warung sengaja ditutup aksesnya untuk kendaraan, pengunjung cukup jalan kaki di sepanjang area, dan kendaraan diparkir di Beteng, Gang Pinggir, Gang Besen atau sekitar kawasan Pecinan.

Jajanan yang ditawarkan di tempat ini beragam, mulai dari hidangan khas Tionghoa, oriental hingga masakan nusantara. Nasi ayam, es puter, nasi guedg, aneka macam kue dan bubur, nasi pindang dan Soto Sapi, Nasi Ayam, Nasi Goreng Babat dan Babat Gongso, Sate Sapi Pak Kempleng dan lainnya.

Benar-benar surga kuliner, karena demikian banyaknya jenis makanan yang dijajakan. Untuk pengunjung muslim, jangan sungkan untuk bertanya kepada pedagang tentang kehalalan makanan yang dipesan. Di pasar ini, banyak dijual makanan non-halal seperti olahan daging babi atau masakan yang mengandung minyak babi.


Simpang Lima Semarang
Simpang Lima dijadikan sebagai pusat Alun-alun Semarang berdasarkan atas usulan Presiden RI pertama yaitu Ir. Soekarno dengan alasan Pusat alun-alun yang semula berada di Kawasan Kauman telah beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan. Saat ini Lapangan Pancasila sudah menjadi landmark kota Semarang merupakan ruang terbuka yang biasa digunakan oleh masyarakat Semarang untuk beraktifitas. Kota Semarang sendiri menjadi identik dengan Simpang Lima, karena pusat kegiatan dan keramaian berada disini.

Kawasan pedestrian besar di Simpang Lima pada malam hari dialihfungsikan menjadi surga kuliner di tengah Kota Semarang. Lebih dari 150 warung makan kaki lima berjejer di sepanjang kawasan Simpang Lima. Kedai-kedai yang kebanyakan merupakan pindahan dari Jalan Pahlawan berdiri di bawah pujasera yang diresmikan pemerintah kota Semarang pada 2012 lalu. Warung-warung ini mulai buka pada pukul 17.00. Walau berkonsep kaki lima, kebersihan di pujasera ini patut diacungi jempol.

Pecinta kuliner bakal terpuaskan dengan beragam pilihan kudapan dari makanan ringan hingga makanan penutup tersedia di Pujasera Simpang Lima. Soal harga, tak perlu khawatir. Harga yang ditawarkan rata-rata ramah bagi dompet.

Beberapa rekomendasi makanan yang dapat disantap di Kawasan Simpang Lima diantaranya Bakmi dan Nasi Goreng Ibu Lestari, Sop Kaki dan Sate Kambing Dua Saudara, Wedang Rempah Radja, Nasi Pecel Mbak Sador, dan Seafood Pak Jari. Bisa juga menikmati minuman panas Wedang uwuh dari Wedang Radja. Wedang uwuh yang dahulunya merupakan minuman para raja ini terbuat dari campuran rempah berupa jahe, kapulaga, dan cengkeh yang dapat menghangatkan badan.


Jalan Pandanaran, Surga Belanja Oleh-oleh Khas Semarang
Jalan Pandanaran berada di tengah-tengah kota Semarang, merupakan sentra jajanan oleh-oleh khas Semarang. Di tempat ini makanan khas Semarang seperti lumpia, bandeng presto, dan wingko babat dapat ditemui dengan mudah.

Salah satu penjual lumpia di Jalan Pandanaran adalah lumpia Mbak Lien. Mbak Lien adalah generasi penerus lumpia Siem Swie Hie, yaitu kakak kandung dari Siem Swie Kiem, pendiri kuliner lumpia di gang Lombok Semarang. Yang spesial dari lumpia Mbak Lien adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Selain itu, terdapat tiga macam isi lumpia, yaitu lumpia isi udang, isi ayam, dan lumpia isi campuran antara keduanya.

Selain lunpia, ada bandeng presto, ikan bandeng berduri lunak karena dimasak menggunakan uap air betekanan tinggi. Di sini terdapat dua toko besar paling terkenal yang menjual kuliner bandeng presto, yaitu toko berlabel Bandeng Presto 'yang pertama sejak tahun 1977' dan Bandeng Juwana. Ada bandeng rasa teriyaki, dan ada bandeng dalam sangkar.

Sedangkan wingko babat, meski di Jalan Pandanaran banyak yang menjual namun semua penjual memakai label yang sama yakni wingko babat cap kereta api. Wingko Babat cap kereta api menawarkan berbagai rasa, seperti wingko babat rasa durian, rasa pisang, bahkan rasa coklat, dan harga yang ditawarkan juga bervariasi tergantung besarnya ukuran dan rasa.


Pasar Bulu
Pasar Bulu kini mulai ramai hingga malam hari dengan pusat jajanannya. Berlokasi di Jalan Sugiyopranoto, Semarang Selatan, Barusari, Kota Semarang, tepat di pelataran ruko pasar yang berdekatan dengan Tugu Muda.

Kawasan kuliner ini dinamakan dengan Kawasan Kuliner Buluku, yang merupakan singkatan dari Pasar Bulu Kuliner. Lokasi ini juga menjadi lokasi kopdar klub-klub mobil, motor, dan komunitas anak muda.

Berbagai jenis kuliner mulai makanan berat, cemilan, jajanan tradisional hingga kekinian berjejer sepanjang selasar yang menghadap Jalan Sugiyopranoto. Lebih dari 20 jenis kuliner dan hanya buka di malam hari, karena pagi hari pasar tersebut aktif berjualan aneka kebutuhan.

Wisatawan bisa menikmati malam sambil memuaskan perut dengan bakso, pempek, aneka kerang, nasi goreng, soto, coklat panas, mocktail, wedang rempah, hingga kuliner legendaris gulai bustaman. Di lokasi ini pengelola memberikan fasilitas wifi gratis dan live music setiap satu minggu sekali, yaitu di hari Jumat malam. Bahkan tak jarang tempat ini menjadi lokasi gelaran nonton bareng berbagai pertandingan, baik pertandingan sepak bola, moto GP, F1 maupun nonton bareng film-film.

Foto : Deva Nocturno