Garuda Wisnu Kencana Bali

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) menjadi salah satu tujuan utama wisata budaya kami di Bali. Berbekal seperangkat kamera, kami tidak mau berbasa-basi lagi dan langsung saja mengambil spot cantik untuk berfoto di sana.

Baru-baru ini, pembangunan Garuda Wisnu Kencana akhirnya selesai. Namun, ini catatan perjalanan saat GWK belum selesai sepenuhnya. Waktu itu patung GWK baru mencapai 12 meter.

Saat itu, GWK ini dijadikan ‘potongan’ landmark dari Pulau Bali. Dilabelkan ‘potongan’ karena monumen ini belum menyatu secara utuh dengan bagian-bagian lainnya, seperti monumen Garuda dan Tangan dari Dewa Wisnu itu sendiri yang letaknya saling berdekatan. Jika disatukan, nantinya patung Dewa Wisnu ini akan ditempatkan di atas patung Garuda dan akan terlihat seperti menunggangi seekor Garuda itu. Layaknya sebuah pazel teka-teki, penempatan bagian-bagian monumen yang masih terpisah itu seolah mengajak wisatawan untuk bermain puzzle.

Di belakang patung Dewa Wisnu (Plaza Dewa Wisnu) terdapat patung Garuda (Plaza Garuda) yang tingginya juga mencapai 12 meter. Plaza Garuda ini menjadi titik fokus wisatawan untuk mencapai ke sebuah lorong pilar raksasa berukir batu kapur yang mencakup 4000 meter persegi ruang terbuka, yaitu Lotus Pond.

Lotus Pond Garuda membuat ruang tersendiri yang sangat eksotis. Dengan kapasitas ruangan yang mampu menampung hingga tujuh ribu orang, Lotus Pond telah memperoleh reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan acara-acara besar dan internasional.

Jika merapat ke dekat pintu masuk GWK, di sana terdapat sebuah ukiran dinding Garuda Wisnu Kencana yang terbuat dari batu. Ukiran ini berisikan cerita tokoh Garuda Wisnu yang sedang bertarung melawan sekelompok naga sesuai kisah pewayangannya. Kami pun menyempatkan diri untuk berfoto di sana.

Tidak hanya itu, ketika memasuki Taman Budaya GWK, kami disuguhi dengan satu paket pertunjukan tari khas Bali yang sangat kental unsur tradisionalnya. Sendratari ini dimainkan oleh para penari profesional di sebuah ruangan teater berbentuk setengah bundar. Jika ingin melihat kesenian khas Pulau Dewata, di taman budaya ini tempatnya. Jenis tari yang dimainkan adalah Tari Pendet dan Tari Barong. Pertunjukan ini ada setiap hari, jadi jangan khawatir ketinggalan, tinggal disesuaikan jadwal kedatangan dengan jadwak pertunjukan.

Usai menonton, kami diberi kesempatan untuk berfoto bersama para penari. Selangkah lebih dekat dengan para penari menjadi momen yang tak terlupakan bagi kami ketika menapaki Pulau Dewata ini.

Sekilas tentang Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana

GWK Cultural Park sendiri merupakan sebuah taman budaya yang terletak di Tanjung Nusa Dua, kabupaten Badung, Bali. Sekitar 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar. Taman Budaya GWK juga menawarkan beberapa jenis wisata seni-budaya yang dapat dinikmati wisatawan, di antaranya adalah sendra tari dan seni arsitektur.

Wisatawan yang datang ke sana biasanya akan disuguhi oleh pertunjukan sendra tari khas Bali sebagai jamuan pertamanya. Pertunjukan sendra tari ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit, dan akan diulang beberapa kali dalam satu hari. Setelah menonton pertunjukan sendra tari, wisatawan biasanya berkeliling di sekitar Taman Budaya GWK untuk menikmati keindahan seni arsitekturnya yang berupa patung dan ukiran Garuda Wisnu Kencana.