Mie Ayam Legendaris Khas Bangka

Jajanan sejuta umat, tapi Bangka punya rasa, campuran dan penyajian tersendiri yang membedakan dengan mie ayam di daerah lain. Tiap warung meracik mie secara personal, sehingga menyuguhkan cita rasa yang berbeda.

Jalan-jalan ke Pangkalpinang, jangan sampai lupa mencicipi mie ayam khas Bangka. Sebagai salah satu makanan yang digemari oleh banyak orang, mie ayam tidak pernah kehilangan penggemarnya. Meski namanya sama-sama mie ayam, tapi tiap penjual mie ayam Bangka punya gaya racikan berbeda. Kuliner khas Bangka ini berbeda dengan mie ayam di pulau Jawa karena bahan tambahan yang digunakan dan cara penyajiannya berbeda.

Mie ayam Bangka memakai mie yang lebih kenyal. Mie disajikan bersama pangsit, dipadukan kuah bening dari campuran ikan, udang, cumi-cumi atau kepiting. Yang spesial dari mie ayam Bangka, semua bahan-bahan dasarnya biasanya dibuat dan diracik sendiri oleh tiap warung. Mulai dari mie, bakso, hingga bumbunya. Semua ini untuk menjaga citarasa mie ayam agar tetap lezat dan unik. Jadi, di warung yang berbeda, kita akan menikmati cita rasa yang berbeda. 

Berbeda dengan mie ayam biasa, mie Bangka memiliki kuah yang bening, dengan daging ayam tanpa kulit (halal) atau babi cincang (non halal), bakso ikan atau kepiting, tahu kok, yaitu bakso tahu khas Bangka yang berukuran cukup besar. Selain itu ada pangsit, sawi dan tauge, ini yang jadi ciri khas mie Bangka. Adakalanya makanan ini ditambah dengan mentimun atau timun serta kerupuk. Masakan ini biasanya dihidangkan dalam keadaan panas yang sangat lezat dengan sensasi pedas dari cabenya.

Di warung atau restoran mie bangka, biasanya menyediakan mie dalam beberapa varian. Varian mie ayam bangka diantaranya mie ayam bangka bakso, mie ayam bangka pangsit, mie ayam bangka komplit, dll tergantung kreatifitas penjual dan selera pembeli. Kenapa kuliner khas Bangka ini jadi favorit di berbagai kota di Indonesia? Selain lezat, harganya sangat terjangkau, mulai Rp 10.000 hingga Rp 25.000 kalau di kota besar seperti Jakarta.