Mencicipi Bubur ayam Makassar di Kawasan Pecinan Makassar

Berbekal perut kosong di pagi hari memang sangat nikmat kalau mencari sarapan bubur ayam. Penasaran dong, bagaimana sih rasanya bubur ayam yang ada di Makassar. Apakah sama seperti bubur ayam pada umumnya ataukah berbeda?

Hasil pencarian di Internet, bubur paling legend di Makassar adalah bubur ayam yang ada di jalan Sulawesi. Ternyata bubur tersebut adalah salah satu menu dari kedai peranakan Tionghoa.

Kedai ini menjual berbagai menu manakan, salah satunya adalah mie ayam dan bubur ayam. Ada yang berbeda dengan menu bubur ayam di kedai ini. Dari penyajiannya, biasanya bubur ayam disajikan di piring dengan ukuran jumbo.

Bubur Makassar ini dialasi oleh telur kuning mentah di bawahnya. Jadi sekilas bubur ayam ini terlihat sama dengan bubur ayam lainnya, kecuali rasa. Bubur ayam ini diberi topping irisan ayam dan cakwe, ditaburi bawang goreng dan daun bawang.

Meskipun berukuran jumbo, kita bisa kok memesannya dengan porsi kecil dan tentu harganya pun berbeda. Kalau kita tidak suka dengan kuning telur mentah pun bisa memesannya tanpa kuning telur. Pasalnya kuning telur tersebut berada di bawah bubur, alangkah kagetnya pada saat kalian mengaduk bubur dan mendapati kuning telur tersebut pecah.

Bubur ayam ini memang cocok kalau di santap pada pagi hari sebagai menu sarapan. Selain bubur ayam ada juga menu lain seperti mie ayam, nasi hainan dan masih banyak lagi. Nah, kalian kalau main ke Makassar dan menginap di sekitaran kampung pecinan, tidak ada salahnya mencoba kuliner yang satu ini. Terletak di Jalan Sulawesi yang tak jauh dari pusat kota dan pantai Losari.