Bentuk Unik Museum Gunung Merapi Yogjakarta yang Penuh Filosofi

Terletak di kawasan Kaliurang yang sejuk, bangunan tinggi berbentuk trapesium dan segitiga itu sudah tampak dari kejauhan. Tidak hanya bentuknya yang unik, isi di dalamnya pun sangat kaya dan informatif!

Museum Gunung Merapi bukan sekedar museum biasa. Arsitektur bangunannya mengandung makna dan filosofi yang dalam. Bentuk bangunan trapesium dengan puncak segitiga mengikuti bentuk gunung api pada umumya.

Desain museum ini pun berdasarkan konsep budaya lokal, salah satunya terinspirasi dari Tugu Yogjakarta yang terlihat pada puncak bangunan museum.

Aspek artefak berupa bangunan candi juga menjadi salah satu bagian dari desain museum ini. Candi Gedongsong, Candi Sambisari, dan Candi Ratu Boko mengilhami bentuk museum yang sudah dibuka untuk umum sejak 1 Januari 2010 ini.

Arsitektur Museum Gunung Merapi kental dengan budaya dan tradisi Jawa. Berbagai kalangan masyarakat percaya mengenai garis imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Keraton Yogjakarta, dan Laut Selatan. Dan hal itu juga diimplementasikan dalam desain museum.


Isi Museum Gunung Merapi
Museum Gunung Merapi didirikan untuk mengarsipkan benda-benda yang berhubungan dengan Gunung Merapi yang digunakan untuk pendidikan dan pengembangan kegunungapian.  Tempat ini juga menjadi tempat rekreasi yang sarat nilai edukasi untuk masyarakat.

Sebelum memasuki museum, pengunjung akan menaiki anak tangga seperti halnya saat menuju gerbang Ratu Boko. Memasuki gedung utama museum, terdapat replika mini Gunung Merapi. Dari replika ini, pengunjung bisa mengetahui bagaimana aliran lava dan arah semburan awan panas pada beberapa erupsi Gunung Merapi yang terjadi.

Berbagai benda yang menjadi saksi bisu kedahyatan letusan Gunung Merapi disimpan secara apik di dalam museum, dari alat rumah tangga dari hingga motor hangus! Di museum ini pengunjung juga bisa melihat bagaimana perkembangan kubah Gunung Merapi yang mengalami perubahan.

Tak hanya mengenai Gunung Merapi saja yang dipamerkan, segala informasi seputar gunung berapi hingga bencana alam lain, seperti gempa dan tsunami juga ada di dalam museum ini. Hal tersebut membuat museum ini semakin kaya informasi.

Foto/Teks: Dita T. Indrihapsari