Kisah Jembatan Cinta Pulau Tidung

Ada yang menarik di pulau dengan penduduk yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan ini. Selain wisata air seperti banana boat hingga tempat makan dengan hidangan ikan bakar yang khas, namun yang paling menonjol adalah landmark Pulau Tidung yang bernama Jembatan Cinta.

Entah siapa yang memberi nama jembatan ini menjadi Jembatan Cinta. Namun yang jelas, jembatan penghubung ini memang cantik untuk dieksplorasi dari beragam sudut pandang. Bisa ditebak, lama-kelamaan jembatan ini menjadi sebuah spot wajib dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Pulau Tidung.

Sejatinya, Jembatan Cinta adalah jembatan setinggi tujuh meter yang membentang sekitar 100 meter dari Pulau Tidung Besar. Sekaligus merupakan landmark dan ikon dari pulau terbesar dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu ini.

Ada hal unik lain menyangkut Jembatan Cinta ini. Selain keindahannya, ada kisah dibalik Jembatan Cinta. Rupanya selain menjadi spot yang wajib dikunjungi untuk sekadar menikmati sunset atau sunrise dan berswafoto, ada saja sekelompok wisatawan yang datang ke Pulau Tidung sengaja mengunjungi jembatan cinta untuk menguji nyali dengan melompat dari atas jembatan ke permukaan laut. Konon, pasangan yang memploklamirkan cinta sambil meloncat dari atas jembatan ini ke permukaan laut akan abadi cintanya. Wah, malah jadi tontonan menarik, nih!

Buat Anda yang tidak tertarik menguji nyali dan melompat ke air laut bersama pasangan namun suka dengan aktivitas wisata air, Jembatan Cinta masih tetap menarik dikunjungi, kok! Kedalaman laut di bawah Jembatan Cinta yang kira-kira sekitar dua meter, masih cukup ideal bagi Anda yang suka ber-snorkeling.

Perlu diketahui, jarak antara area perumahan di Pulau Tidung ke Jembatan Cinta cukup jauh jika ingin ditempuh dengan berjalan kaki. Jika Anda ingin sekalian berolahraga, berkeliling pulau dan mengunjungi Jembatan Cita dengan mengayuh sepeda dapat menjadi pengalaman mengasyikkan. Anda tidak perlu membawa sepeda sendiri karena hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 15.000 untuk menyewa sepeda. Enaknya, tempat persewaan sepeda ada di mana-mana sehingga cukup mudah ditemukan.

Sementara itu bagi Anda yang tidak ingin berpeluh, ada alternatif lain untuk mengelilingi pulau dengan luas 109 hektar ini. Anda bisa menumpang becak bermotor dengan tarif mulai Rp 5000. Bahkan, persewaan sepeda motor juga tersedia.