Salam dari Bukit Mantar Sumbawa

Satu spot panorama terbaik di Sumbawa Barat adalah Bukit Mantar. Bermalam dan menyambut matahari terbut langsung di bawah langitnya, begitu menakjubkan.

Bukit Mantar menawarkan ketenangan, harmonisasi dengan alam, kesyahduan melewati menit demi menit waktu, dan kesegaran pikiran. Kalau kamu punya keresahan hidup di ibukota yang ramai, Bukit Mantar bisa jadi jawaban untuk bersembunyi sesaat. Tak salah kita memilih Bukit Mantar sebagai destinasi pertama kita saat menginjak Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Sebelum tengah malam, langit bertabur bintang. Sementara dari arah panorama, kita melihat lampu-lampu dari kapal yang sedang berlayar dan perumahan di bawah sana. Berburu milky way dari bukit ini, sungguh menyenangkan.

Kita bisa belajar beberapa rasi bintang yang kita temui dari balik kamera aplikasi milky hunter. Ada Aquarius, Libra, Scorpius, Aries, Scutum, Auriga, Orion, Cancer, Gemini, Pegasus, Pisces, Taurus, Capricornus, Leo, dan Sagittarius. Semua tampak nyata di langit malam itu. Meski bukan fotografer profesional, memotret milky way di Bukit Mantar saat cuaca cerah sungguh memuaskan. Langit benar-benar bersih tanpa awan. Begitu terus, bertahan hingga pagi.

Bukit Mantar ramai pada akhir pekan saja dengan berbagai aktivitas. Saat hari biasa, kita dapat merasakan ketenangan puncak bukit Mantar. Untungnya suhu tidak terlalu dingin. Kita bisa bertahan duduk di luar tenda sampai malam.

Subuh di Bukit Mantar pun istimewa. Begitu keluar tenda, ada bulan sabit masih bertengger. Suara ayam terdengar akrab sekali, suara anjing, bahkan ringkik kuda. Seekor anjing sedang duduk menatap sunrise. Bahkan anjing saja sadar ada momen emas setiap pagi di bukit ini.

Berada di dataran tertinggi di Sumbawa Barat ini bikin kita bisa melihat Selat Alas yang memisahkan Pulau Lombok dengan Pulau Sumbawa. Ada Gunung Rinjani menjulang di seberangnya. Terlihat petak-petak sawah di bawah sana. Harmoni alam yang menyegarkan mata terhampar di depan mata. Momen matahari terbit jadi indah sekali. Apalagi didukung dengan langit yang super cerah. Sunrise kita sempurna.

Kalau Sobat Pesona ingin menikmati pagi cerah seperti ini, datanglah pada saat musim kemarau. Banyak rumput menguning tapi terlihat cantik di mata, apalagi di lensa.

Ada beberapa spot yang diimbuhi tulisan semacam meme yang dapat dijadikan foto lucu-lucuan. Tepat ke arah ufuk timur, ada tulisan dari kayu yang menggelitik kita: "Mantan Tak Secantik Mantar". Kalau ada yang sedang patah hati atau jomlo terlalu lama, Bukit Mantar mungkin obat dari kegalauan hati. Temanku Ry mengkitainya, mantan(nya) memang tak secantik Mantar. *eh gimana*

Ada pula tulisan: "Salam dari Bukit Mantar" yang mengirimkan selamat pagi kepada dunia. Andai potretku dijadikan kartu pos dengan view Mantar pagi hari, salam dari Bukit Mantar ini akan tersampaikan kepada orang banyak. Ah, tak perlu dijadikan kartu pos. Cukup disebarkan di social media, orang-orang mengkitai bahwa Bukit Mantar memang spot yang luar biasa indah.