Epiknya Pecahan Ombak dan Batu di Utara Biak

Pantai Batu Pica, didominasi karang-karang tajam. Deburan ombak dari Samudera Pasifik menciptakan kontur dan pemandangan yang tak ada duanya.

Biak  identik dengan wisata pantai. Salah satunya yang menarik perhatian adalah Pantai Batu Pica. Pantai ini dilewati dalam perjalanan menuju Air Terjun Wafsara dan Karmon. Terletak di Utara Biak, tepatnya di Kampung Sor, Distrik Yawosi.

Pica dalam bahasa setempat artinya pecah. Pantai Batu Pica, memang didominasi karang-karang tajam yang diartikan sebagai batu pecah. Namun versi lain pica juga diartikan pecahan ombak yang menghempas keras di bibir  karang dan menghasilkan cipratan air yang tinggi.

Sebagian orang menyebut juga pantai yang berada di Tanjung Saruri ini sebagai Pantai Batu Gong. Ada yang menyebut batu-batunya menghasilkan suara ketika di pukul. Bunyi tersebut sebenarnya berasal selain dari benturan ombak, juga dari air yang merangsek keluar dari rongga yang berada di bawah gugusan karang dan kemudian menyembur keluar.


Bibir Pasifik
Berada di bibir pantai yang langsung berbatasan dengan Samudera Pasifik ini benar-benar menakjubkan. Gugusan karang, yang dipahat sekian lama oleh hempasan ombak menciptakan tekstur yang menarik. Kolam-kolam kecil di tepiannya terisi air laut saat ombak menyembur tinggi dan menghempas bibir karang.

Pantai Batu Pica memang memiliki karakter berbeda dengan pantai-pantai lain di Indonesia. Dari atas karang yang paling tinggi  dan sedikit menjorok ke laut, hamparan rumput hijau begitu memanjakan mata. Oleh para wisatawan, ini dimanfaatkan untuk sekedar duduk-duduk, atau menikmati makan siang bersama keluarga, menikmati birunya cakrawala.

Namun hati-hati, jika ingin berkeliling di sekitar lokasi selain di area rumput.  Permukaan karang yang terhampar di sekelilingnya mempunyai sudut-sudut yang tajam. Terutama keluarga yang membawa anak kecil, harus ekstra waspada. 

Stres mengawasi anak yang berlarian? Tenang, ada laguna kecil dengan pasir putih dekat sekali dengan parkiran. Ini bisa di manfaatkan sebagai sarana bermain air, berenang atau sekedar bermain pasir.  Air di laguna ini datang dari air yang datang dari sisa-sisa pecahan ombak . Menarik kan...

Sayangnya, ketika Sobat Pesona hari itu agak kurang beruntung. Ombak-ombak besar yang dinanti tidak kunjung datang. Padahal ingin sekali  menyaksikan air setingga belasan meter air membuncah ke udara saat ombak menabrak dinding karang.

Tapi Pantai Batu Pica memang tidak pernah mengecewakan. Pemandangan di pantai ini terasa epik. Penduduk setempat sering memancing ikan di dinding karang, dan sesekali  hempasan ombak menerpanya. Lubang-lubang karang di tepian memunculkan seperti muncratan air. Luar biasa !!!

Kalau belum puas menikmati air, bergeserlah ke Pantai Wari yang hanya berjarak sekitar 2 km dari lokasi ini. Pantai putih di sebuah teluk kecil dengan pemandangan yang indah. Ini destinasi wajib saat di utara Biak. Percayalah, jauhnya jarak dan lamanya perjalanan akan terbayar lunas dengan eksotisme spot-spot wisata ini.