4 Kuliner Antimainstream Khas Yogyakarta Siap Ajak Lidah Berpetualang

Yogyakarta selalu mengingatkan kita semua akan kelezatan kulinernya. Orang biasanya mengidentikkan Yogyakarta dengan gudeg, padahal masih ada banyak kuliner khas lainnya yang wajib dicicipi.

Empat menu sajian khas Yogyakarta ini mungkin masih terdengar asing di telinga kita. Malahan mungkin ada yang sangat nyeleneh alias antimainstream. Namun kelezatannya pasti akan membuat kita selalu ingin kembali ke Yogyakarta. Penasaran?


1. Brongkos Jogja
Suka makan rawon? Sebutan brongkos konon berasal dari bahasa Inggris dan Prancis, yaitu Brown Horst. Artinya daging cokat. Disesuaikan dengan lidah masyarakat Jawa waktu itu yang sulit melafalkannya, akhirnya disebut sebagai brongkos. Nah, brongkos ini bisa dibilang masih saudara dengan rawon. Tampilannya memang mirip, berupa kuah berwarna coklat gelap atau malah tampak seperti hitam. Tak heran, mengingat rawon dan brongkos memang sama-sama menggunakan kluwak sebagai salah satu bumbu andalan. Bedanya, brongkos menggunakan santan sehingga kuahnya lebih kental dan gurih. Jika rawon berisi daging dan tauge, isi semangkuk brongkos lebih meriah karena ada kulit melinjo, kacang tolo, daging atau telur.


2. Oseng Mercon
Jangan dulu membayangkan makanan ini berisi petasan. Mercon di sini adalah penggambaran saking pedasnya sajian khas ini. Racikan bumbu super pedas berkolaborasi dengan tulang muda, kikil, kulit, dan lemak. Rahasia utama di balik resep oseng mercon? Tentunya puluhan cabai rawit yang dioseng bersama bahan lainnya.  Jadi tak usah mengaku pencinta masakan pedas kalau lidah belum berkenalan dengan oseng mercon ini. 


3. Geblek
Merasa asing dengan namanya? Kalau sudah pernah makan cireng, pasti akan langsung membanding rasa dan penyajian kudapan ringan ini. Dibuat dari tepung tapioka memang mambuat geblek jadi mirip cireng, apalagi warnanya pun putih dan teksturnya kenyal. Masyarakat Kulonprogo biasanya menyantap geblek ini dengan saus kacang. Cocok untuk teman minum kopi di sore atau malam hari. Kalau penasaran, kita bisa membeli geblek mentah yang sudah siap goreng untuk dibawa menjadi oleh-oleh.


4. Belalang Goreng
Kalau main ke Yogyakarta, sempatkan diri juga menyambangi Gunungkidul. Sajian khas di daerah ini tak hanya antimainstream, tapi juga ekstrem, yakni belalang goreng. Belalang goreng berukuran besar disajikan dengan cara ditusuk layaknya sate. Sementara yang berukuran lebih kecil biasanya hanya ditempatkan di piring untuk langsung dicomot dan disantap. Jangan dulu jijik, karena belalang goreng ini sangat gurih dan berprotein tinggi. Jadi tak perlu ke Thailand kalau cuma mau jajan serangga goreng, Yogyakarta pun punya!