4 Obyek Wisata Religi di Medan

Menjadi rumah bagi masyarakat dari beragam suku dan agama, membuat Kota Medan, Sumatera Utara, ramai akan obyek wisata religi. Tiap-tiap rumah peribadatan memiliki keunikan sendiri, mulai dari bentuk bangunannya hingga sarat nilai sejarah. Berikut ini adalah 4 obyek wisata religi di Medan, kota berjuluk Little Asia.

1. Masjid Raya Al Mahsun
Masjid Raya Al Mahsun merupakan masjid kebanggan masyarakat Medan yang sarat sejarah. Masjid ini peninggalan kesulatan Deli dibawah pimpinan Sultan Ma’mun Al Rasyid Prakasa Alam. Masjid Raya Al Mahsun mulai dibangun pada tahun 1906 dan selesai tiga tahun kemudian. Meski sudah berumur ratusan tahun, bangunan masjid masih tampak kokoh.

Masjid Ray Al Mahsun selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik itu lokal maupun mancanegara. Di antaranya datang khusus untuk beribadah, namun ada juga ingin melihat langsung rumah ibadah bergaya Timur Tengah, Indah dan Spanyol itu.


2. Gereja Immanuel Medan
Gereja Immanuel berada di Jalan Diponegoro, berhadapan langsung dengan Masjid Agung Medan. Kondisi ini mengingatkan kita dengan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta.  Dua rumah ibadah yang saling berdekatan ini, sebenarnya menggambarkan bagaimana tolerannya masyarakat di Indonesia.

Gereja Immanuel Medan merupakan gereja tertua di Medan, berdiri sejak 1921. Bangunannya bergaya Belanda dengan warna gedung didominasi putih. Hingga saat ini, Gereja Immanuel aktif menjadi tempat beribadah umat Kristiani.


3. Gereja Katolik Graha Maria Annai Velangkani
Graha Maria Annai Velangkani merupakan gereja Katolik yang bentuk bangunannya terbilang unik. Bangunan Graha Maria Annai Valengkani lebih mirip kuil daripada gereja. Gereja ini mulai berdiri sejak 2001.

Nama Annai Velangkani diambil dari nama Annai Velangkanni Arokia Matha, sebutan untuk Bunda Maria di India. Itulah sebabnya arsitektur bangunan ini bernuansa Indo-Mughal menyerupai kuil.


4. Vihara Maitreya
Maha Vihara Maitreya merupakan vihara terbesar di Indonesia. Tempat peribadatan umat Buddha ini luasnya mencapai 4,5 hektare bisa menampung lebih dari 4.000 orang. Vihara Maitreya mulai dibangun pada 1991, namun peresmiannya baru 17 tahun kemudian.

Bangunan vihara yang megah, terbagi dalam tiga bagian, yakni Baktisala umum, Baktisala Maitreya dan balai pertemuan.