Pindang Mak War, Segar Tanpa Bau Lumpur

Kuliner khas Meranjat, Sumatera Selatan. Diburu warga Lampung sejak 1990. Racikan rempah dan bumbunya membuat racikan ikan patin dan baungnya selalu segar, bebas bau amis dan lumpur.

Rumah makan yang menyajikan olahan dapur khas Meranjat, Sumatera Selatan ini ternyata banyak ditemui di kawasan Lampung. Berisikan ikan tawar, laut atau daging sapi, dapat dinimati kapan saja, terutama sebagai pengisi perut kala siang. Kuah asam yang di dapat dari asam jawa dan buah nanas memberi kesegaran tersendiri dalam setiap suapannya. Tingkat kepedasan ringan dan taburan cabai berwarna merah sedikit oranye membuat semangkuk pindang tandas dalam waktu singkat.


Jangan Sampai Kehabisan
Dari banyak rumah makan yang menyajikan menu ini, Pindang Meranjat Mak War telah mendapat tempat spesial di hati warga Lampung. Berdiri sejak tahun 90-an, Hajjah Wardiah atau biasa di sapa Mak War, tetap setia menjaga kualitas makanan khas asal kota kelahirannya itu.

Kuliner khas Meranjat ala Mak War ini dimasak segar setiap hari. Ikan Patin dan Ikan Baung menjadi menu yang selalu dicari pelanggannya. Bahkan ada seorang selebritas asal Jakarta yang menjadi pelanggan tetapnya dan selalu mampir ke rumah makan ini setiap kali berada di Lampung.

Diusianya yang kini mencapai 75 tahun, urusan memasak dan mengelola rumah makan ini sudah diserahkannya kepada putrinya yang bernama Monalisa. Terletak di Jalan Kiwi No. 17, Bandar Lampung, rumah makan ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 - 20.00 WIB. Bila tak mau kehabisan, pastikan untuk mengunjungi tempat ini tidak terlalu sore. Pasalnya, olahan ikan baung  dan ikan patin yang menyerupai ikan lele ini akan cepat habis terjual.


Tak Bau Lumpur
Karena hidup liar di sungai dan rawa, daging ikan baung aslinya memiliki bau lumpur yang khas. Namun, Mak War memiliki trik tersendiri untuk menghilangkan bau lumpur dan amis dari ikan. Menggunakan takaran rempah yang tepat, pindang dimasak sesaat setelah pesanan diterima. Sehingga membutuhkan waktu beberapa menit sampai pindang disajikan, namun tetap layak untuk dilakukan demi menikmati semangkuk pindang panas dan segar dari dapur Mak War.

Selain pindang, di tempat ini juga menyediakan makanan khas Sumatera Selatan lainnya seperti Pepes Ikan bumbu tempoyak dan Ikan sungai goreng kering yang menyerupai wader di Jawa. Jika berkunjung ke tempat ini jangan lupa untuk memesan Sambal Rusip yang bercita rasa unik karena menggunakan ikan yang telah difermentasi.

"Pindang sebenarnya masakan khas yang dapat mudah ditemui di Sumatera. Namun setiap daerah memiliki bumbu yang berbeda dalam membuat pindang. Di Meranjat, bumbu yang digunakan menghasilkan cita rasa yang asam dan pedas dengan kuah kemerahan," ungkap Monalisa.

Tempoyak yang digunakan untuk membumbui pepes ikan dibuat dari daging buah durian yang melewati proses fermentasi selama beberapa hari. "Semakin lama, semakin bagus dan mahal. Asal disimpan dengan baik dan terbuat dari buah durian terbaik. Tempoyak ini biasa digunakan di beberapa masakan Sumatera," tutupnya.