Yu Djum, Gudeg Legendaris di Kota Jogja

Djuhariah alias Yu Djum merupakan pelopor gudeg legendaris di Jogja. Rasa manis dan pedas khas masakan Jawa yang cukup mendominasi menjadikan gudeg kering ini sangat menarik untuk dicicipi.

Yu Djum pertama kali berjualan gudeg di kawasan Karangasem, sebelah utara Universitas Gajah Mada (UGM). Yu Djum kemudian membuka gerai di Jalan Wijilan yang jadi sentra gudeg di Yogyakarta. Kini, Yu Djum memiliki tujuh gerai yang tersebar di Yogyakarta. Gerai Yu Djum di Jalan Wijilan dan Jalan Kaliurang adalah yang paling ramai pengunjung.

Salah satu keunggulan Gudeg Yu Djum adalah semuanya dibuat menggunakan alat masak tradisional, yakni kayu bakar yang sangat khas. Meski rasa manisnya cukup mendominasi namun, gudeg Yu Djum ini memiliki ciri khas gudeg kering yang gurih.


Rahasianya, Kayu Bakar
Salah satu rahasia kegurihan gudeg Yu Djum adalah gudegnya dimasak di kompor model lama yang apinya dari kayu bakar. Sama dengan gudeg lainnya, Gudeg Yu Djum disajikan dengan krecek pedas, ayam dan telor bumbu gudeg, termasuk tahu dan tempe bacem.

Gudeg Yu Djum disajikan diatas daun pisang. Harumnya sangat khas gudeg, gurih yang berasal dari santan ditambah aroma gula merah. Rasa manisnya juga pas, bahkan rasa manisnya cocok di lidah orang yang bukan orang Jawa dan para turis.

Ditambah ayam kampung dan telornya yang kuat dengan rasa bumbunya yang meresap. Kreceknya bertekstur kering seperti gudegnya. Sedikit pedas dan santannya juga tidak kental terasa dimulut. Kalau mau lebih pedas, cabe rawit rebusnya menambah cita rasa pedasnya.

Harga Gudeg Yu Djum juga tidak terlalu mahal. Nasi gudeg, krecek, dan telor harganya Rp 9.000. Selain makan di tempat, Gudeg Yu Djum menyediakan paket oleh–oleh dengan besek dan kendil. Harga paketnya berkisar antara Rp 40.000 sampai Rp 240.000.

Tidak berlebihan rasanya kalau dibilang belum ke Yogyakarta kalau tidak mampir ke Gudeg Yu Djum. Kenyang di perut, puas juga di lidah. Menu ini bahkan bisa di jadikan oleh-oleh khas kota Jogja.

 

Foto : Rakhmat Koes