Pantai Tapak Paderi, Wisata Sejarah, Alam dan Kreatifitas

Hanya 10 menit dari pusat kota Bengkulu, kita bisa menemukan sederetan pantai dengan pasir lembut dan panorama indah. Pantai Panjang, Pantai Jakat dan Pantai Tapak Paderi. Ketiga pantai terhubung baik melalui jalur laut maupun udara.

Pantai Tapak Paderi awalnya adalah dermaga yang paling utama di Bengkulu, yang merupakan dermaga sejarah yang pernah digunakan Inggris dan Belanda dua abad silam. Seiring  waktu, dermaga ini akhirnya terkikis ombak dan berubah menjadi tempat wisata sejarah yang sayang dilewatkan ketika berkunjung ke Bengkulu.

Pesona alam yang ditawarkan pantai ini sungguh luar biasa, apalagi saat matahari terbenam dengan sunsetnya yang menciptakan suasana romantis sembari makan jagung bakar.

Panggung Festival Tabot
Pantai Tapak Paderi juga sering digunakan sebagai salah satu panggung pertunjukan Festival Tabot Kota Bengkulu. Acara tahunan ini merupakan acara untuk memperingati  meninggalnya cucu Nabi Muhammad yaitu Imam Husein bin Ali bin Abu Tholib, sekaligus menarik minat wisatawan.  Di tempat ini berbagai kegiatan bisa dilakukan, seperti memancing sambil menikmati danau buatan yang berada di sisi dalam pantai.

Berkunjung ke pantai Paderi tak hanya menikmati keindahan pantai dan indahnya suara deru ombak. Di pinggir pantai ini terdapat sebuah benteng pertahanan dan juga pusat pemerintahan Inggris kala itu yaitu Benteng Marlborough. Selain benteng, di lokasi ini juga terdapat China Town atau Kampung Cina yang merefleksikan kehidupan pada zaman pendudukan saat itu.

Pantai Tapak Paderi memiliki pesona alam yang luar bisa, terutama pada saat matahari terbenam. Anda dapat menikmati suasana sunset yang romantis sambil menikmati jajanan jagung bakar. Anda juga dapat menikmati pemandangan di sekitar pantai dari tengah danau buatan yang terletak di pinggir pantai dengan menggunakan perahu yang memang disediakan di tempat ini.

Sandal Jodoh
Keunikan lain destinasi ini adalah Sandal Jodoh. Ya, tempat ini banyak dipakai sebagai objek foto anak muda. Kalau di Perancis dan Korea, terkenal dengan gembok Cinta, di Bengkulu ada Sandal Jodoh. Sandal Jodoh menjadi salah satu daya tarik kunjungan ke tempat ini. Banyak anak muda yang penasaran dengan sandal jodoh.

Sandal Jodoh terletak persis di bibir pantai, para pengunjung bisa menuliskan namanya dengan pasangannya pada sandal, kemudian menggantungnya di Pondok Sandal Jodoh. Mereka yang melakukan ‘ritual’ ini berharap kisah cintanya tetap abadi.  Ada pesan yang terkandung di dalamnya, nggak sekadar menulis nama sendiri dan pasangan, tetapi ada pesan moral yang disampaikan yaitu, tentang menjaga kebersihan pantai.

Sandal Jodoh sendiri merupakan kreasi para nelayan setempat yang merasa prihatin dengan banyaknya sampah botol dan sandal yang hanyut di pantai ini.

Akhirnya, mereka mengumpulkan sandal-sandal bekas dan mengkreasikannya dengan menyusun berjejer pada dinding yang terbuat dari bambu hingga menjadikannya serupa bentuk kupu-kupu atau juga bertuliskan I Love You. Ternyata kreasi ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang sekadar berselfie ria dan turut menuliskan namanya dan pasangan pada sandal, untuk kemudian menggantungkannya di Pondok Sandal Jodoh.

Selain Sandal Jodoh di tempat ini juga ada Kantin Jodoh. Lokasinya hanya sekitar 200 meter dari bibir pantai.Kantin Jodoh juga menjadi sasaran para pengunjung terutama anak muda yang masih jomblo. 

Para nelayan di sini juga mengkreasikan berbagai barang bekas seperti botol bekas lem, sampah sachet, kayu-kayu, hingga papan selancar bekas. Sampah-sampah ini dikreasikan menjadi hiasan yang unik dan kreatif dengan tulisan kalimat-kalimat kekinian yang disukai para muda-mudi masa kini sebagai spot selfie. Cara ini tidak hanya untuk mengurangi sampah yang ada di laut, tapi juga membuat Pantai Tapak Paderi memiliki ciri khas ketimbang pantai-pantai lainnya.