SGPC Bu Wiryo, Berjaya Sejak 1959

Dari dulu tempat ini menjadi tempat klangenan bagi mereka yang punya ikatan historis dengan Yogyakarta, terutama kampus Universitas Gadjah Mada.

Angka 1959 menunjukkan tahun berdirinya warung SGPC Bu Wiryo. Pengunjung SGPC Bu Wiryo kebanyakan adalah mahasiswa, dosen, maupun para alumni UGM yang datang untuk bernostalgia. Warung pecel ini menjadi salah satu andalan para mahasiswa tahun 1960-an. Mereka mendatangi kembali ke warung Bu Wiryo untuk membangkitkan memori saat menuntut ilmu di Jogja.

Rasa pecel Bu Wiryo terasa lain dibanding dengan di tempat lain, dengan bumbu kacangnya yang sedap. Bumbu kacang yang cenderung encer, dengan tekstur kacang giling sedikit kasar namun bikin nempel di lidah penikmatnya.


Sop SBY Sampai Teh Mrengut
Nasi hangat dan sayuran segar yang diberi bumbu pecel yang rasanya merupakan perpaduan manis, gurih, dan pedas. Sangat pas dicampurkan dengan kesegaran sayur mayur, bayam, tauge, dan kacang panjang. Porsi nasi pecel di warung ini terbilang besar, komposisi sayur dan bumbu kacangnya seimbang dengan porsi nasinya.

Pecel dengan sayuran segar dan sambal kacang yang nikmat didampingi dengan beberapa lauk yang bebas dipilih sesuai kesukaan, seperti telur ceplok, telur asin, sate usus, sate telur puyuh, tempe goreng, ayam goreng, dan lainnya. Pada hari-hari tertentu warung ini luar biasa ramai, seringkali harus rela kehabisan stok lauk-lauknya.

Walaupun spesial menyediakan nasi pecel, warung bu Wiryo juga menyediakan menu lain seperti Nasi Sop Daging, dengan potongan daging sapi yang empuk, wortel, dan kol dengan kuah bening segar ditambah perasan air jeruk nipis, makin segar ketika disantap di tengah cuaca Jogja yang terik.

Variasi menu dengan beberapa jenis sop daging dengan nama yang unik dan lucu menjadi daya tarik sendiri buat pengunjung. Misalnya Sop tanpa Kawat (sop tanpa soun), SDSB (Sop Daging Sayur Bayam), Sop Pegatan (sop dan nasi yang disajikan terpisah), Sop Ayam, dan Sop SBY (Sop Bayam).

Selain nama menu makanan yang unik, penamaan menu minuman juga tak kalah unik, contohnya,  Teh Mrengut (teh kental), Tirto Seto (air putih), Teh Kemul (teh hangat), Teh Sengkuni (teh yang dicampur dengan jeruk atau kerennya lemon tea), dan Es Sari (minuman dari buah tomat yang di sajikan dingin).

Hiburan live music sambil makan siang, mendengarkan tembang secara akustik dari kelompok musik yang tampil secara reguler di sana. Alunan musik keroncong dan lagu-lagu nostalgia membuat suasana semakin asyik. Tak heran jika pengunjung betah berlama-lama di warung ini, selain makan mereka juga bisa bersantai sejenak sembari menikmati musik. Bahkan bisa meminta sang pemain musik untuk memainkan lagu-lagu kesukaan. Jika beruntung, pengunjung bisa mendengar lagu yang secara khusus diciptakan untuk SGPC Bu Wiryo.

Warung yang buka setiap hari dari Senin hingga Minggu dari pukul 07.30 hingga 20.30 ini berada di depan gedung Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Dari perempatan Kampus MM UGM ke arah timur menuju Jalan Agro Klebengan sekitar 500 meter. Setelah ketemu Gedung Fakultas Kedokteran Hewan UGM ke jalur paling kiri, menyebrang selokan Mataram.

Warung ini akan sangat ramai dan penuh saat long weekend. Banyak pengunjung dari luar kota Yogyakarta yang mengajak keluarganya menikmati nostalgia di warung ini.