Mendaki Gunung Colo, Gunung Api yang Mengubah Togean

Gunung api purba, dalam Bahasa Bugis berarti Korek Api. Letusannya menimbulkan efek yang cukup dahsyat, dua per tiga wilayah Pulau Una-una hangus terbakar. Tapi kini menyajikan alam yang mengundang petualang.

Menyebrangi lautan ke arah utara Kota Wakai, Kepulauan Togean, Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah kita akan sampai di Pulau Una-Una. Pulau ini merupakan salah satu pulau yang memiliki luas daratan yang cukup luas di gugusan Kepulauan Togean. Kepulauan Togean adalah gugusan pulau-pulau yang ada di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Kawasan ini masuk ke dalam perlindungan Taman Nasional Kepulauan Togean, karena memiliki keindahan terumbu karang dan biota laut yang patut untuk dilestarikan.


Pada tahun 1983 pulau Una-Una ini menjadi perhatian dunia. Hal itu dikarenakan peristiwa meletusnya satu-satunya gunung vulkanik aktif yang terdapat di Propinsi Sulawesi Tengah yaitu Gunung Colo. Gunung Colo yang dalam Bahasa Bugis berarti Korek Api. Letusan ketika itu menimbulkan efek yang cukup dahsyat, dua per tiga wilayah Pulau Una-una hangus terbakar.


Letusannya kemudian menyisakan sebuah danau yang dikelilingi rerumputan hijau di area puncak Gunung Colo. Selain itu juga muncul beberapa gunung baru seperti Gunung Ambu dan Gunung Sokora. Tak seperti pantai-pantai lain di Kepulauan Togean, pasir sepanjang pantai di Una-una warnanya hitam. Menurut sejarah, ini karena dari letusan kolosal gunung Colo beberapa abad silam.


Gunung Colo di Una-una sampai sekarang masih tercatat sebagai Gunung berapi tua yang masih aktif. Gunung Colo memiliki ketinggian 508 meter di atas permukaan laut. Puncak Gunung Colo yang cantik dengan rerumputan hijau tersebut dapat dicapai dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam. Jalur yang dilalui merupakan jalur lahar yang dipenuhi  bebatuan vulkanik beragam ukuran.


Setelah 35 tahun berlalu, waktu telah merubah momok menyeramkan dari Gunung Colo. Gunung api di tengah kepulauan cantik ini sekarang menjadi destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.


Mata Air Ambu
Ambu merupakan nama salah satu spot utama perjalanan ke Gunung Colo. Berupa mata air yang mengeluarkan asap putih belerang dan air panas. Nama Ambu berasal dari salah satu nama penduduk Pulau Una-Una yang pertama kali menemukan lokasi mata air ini.


Mata Air Ambu bisa dicapai dengan ojek kapal, yang dapat anda sewa dengan harga 200 ribu rupiah. Ini termasuk ongkos pergi dan pulang. Kita akan diantarkan menyusuri muara sungai kering bekas aliran lahar panas pada waktu peristiwa meletusnya Gunung Colo. Sesampainya di titik perhentian kendaraan, kita harus berjalan kaki menyusuri sungai kecil untuk sampai ke mata air Ambu.


Jaraknya lumayan jauh, 3 km. Tapi lelahnya kaki karena harus berjalan menyusuri sungai dan tebing ini seolah menjadi tiket ekslusif untuk menikmati keindahan mata air Ambu. Bau belerang dan hawa serta air panas yang meluap keluar dari antara bebatuan membuat semakin ingin menjelajahi keindahan Kepulauan Togean.