Batik Anyer, Oleh-oleh Dari Ujung Barat Pulau Jawa

Jalan-jalan ke Anyer sekarang tak lagi melulu main air di pantai. Ada beberapa desa yang menjadi sentra batik di pesisir utara di ujung barat pulau Jawa ini. Batik Anyer tak kalah unik dengan batik Jawa lain yang lebih populer, kini memiliki 14 motif khas lokal Anyer dan Serang.

Batik kini tidak hanya identik dengan Solo, Jogja atau Pekalongan. Dari ujung barat Pulau Jawa kita juga menemukan batik-batik cantik khas Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Batik Anyer memang belum sepopuler ‘saudara-saudaranya’ dari Yogyakarta, Solo, Cirebon atau Lasem, tapi tak kalah unik untuk dibawa pulang sebagai cindera mata.

14 Motif Anyer
Batik Anyer tidak jauh berbeda dengan batik-batik yang ada di daerah lain, yang membedakan hanya motifnya saja yang dengan mengedepankan kearifan dan kekayaan lokal. Saat ini, Batik Anyer telah memiliki 14 motif yang menggambarkan kekayaan lokal Anyer dan Kabupaten Serang. Seperti Motif Mercusuar, Tugu Nol Kilometer, Golok Ciomas, Karang Bolong, Pendopo Bupati, ikan, laut, dan motif-motif yang lainnya.

Perkembangan batik Anyer memang terhitung masih baru. Untuk memberikan wadah dan mendorong semakin berkembangnya batik di wilayahnya, pemerintah Kabupaten Serang pun baru-baru ini memfasilitasi kota ini dengan sentra perajin batik.

Jadi ke Anyer sekarang tak lagi melulu main air di pantai. Ada beberapa desa yang menjadi sentra batik di pesisir utara di ujung barat pulau Jawa ini. Selain berada di Kampung Kedaung, Desa Anyar, Kecamatan Anyer, sentra perajin batik Anyer juga berada di Kramatwatu dan di Waringin Kurung. Kini Batik Anyer bisa menjadi souvenir atau oleh-oleh wisatawan yang berlibur ke kawasan pantai-pantai Anyer.

Tak hanya belanja, di sentra batik ini, bahkan wisatawan juga bisa belajar dan mencoba cara membatik. Mirip di sentra batik kota lain, di Anyer, ada batik tulis yang proses pembuatannya sampai tiga minggu, batik cap yang pembuatannya diperlukan waktu tiga hari, dan batik printing yang bisa dibuat dalam satu hari.