Belanja Pagi Hari di Pasar Apung Martapura

Belum sah kalau ke Banjarmasin namun tidak mengunjungi pasar terapung Lok Baitan. Bagai makan nasi tanpa garam.

Kebanyakan pasar tradisional bertempat di daratan, namun tidak dengan pasar di Banjarmasin. Di sini, pasar tradisional berlokasi di atas sungai sehingga kerap dikenal dengan nama pasar terapung.

Ada beberapa pasar terapung di Banjarmasin. Salah satu yang legendaris dan populer adalah pasar terapung Lok Baintan di Sungai Martapura. Pasar terapung Lok Baintan ini hanya beroperasi sejak sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WITA. Jadi mau tak mau, kita harus bangun dini hari agar bisa melihatnya.

Pasar terapung bisa dicapai dari pusat kota Banjarmasin dengan menggunakan perahu kayu klotok, yang bisa disewa dengan harga 250 ribu-300 ribu rupiah per perahu. Satu perahu muat sekitar 5-10 orang, tergantung besar perahu.

Perjalanan menyusuri sungai Martapura menuju Pasar Lok Baitan memakan waktu sekitar 45 menit. Cukup lama memang, namun sepanjang perjalanan, kita bisa melihat langsung rumah-rumah tradisional dan kehidupan masyarakat yang tinggal di tepian sungai.  Kita juga akan sering berpapasan dengan para penduduk yang hilir mudik menggunakan klotok.

Begitu tiba di pasar terapung Lok Baintan, akan tampak puluhan para pedagang yang mengayuh perahunya, menjajakan sayuran, buah, kue tradisional, souvenir, hingga topi purun khas Banjar.  Penduduk yang membeli pun menggunakan perahu atau berdiri di dermaga kayu di tepian sungai.

Namun jika ada kapal turis mendekat, para pedagang ini akan langsung menyerbu, menawarkan dagangan mereka. Kita bisa membeli makanan yang mereka jajakan sekaligus menikmati sarapan di atas perahu. Nasi kuning khas Banjar, aneka gorengan yang digoreng langsung di atas perahu bisa jadi pilihan.

Jika tak ingin sarapan, kita bisa menjajal naik ke atas perahu klotok, merasakan menjadi pedagang terapung. Tentunya dengan membayar sejumlah uang pada si pemilik perahu.