Hutan Mangrove PIK, Surga Tersembunyi di Tengah Ibu Kota

Jakarta tak melulu sumpek, buktinya ada kawasan hijau yang menarik disambangi. Berbanding terbalik dengan hiruk pikuk Jakarta, di sana kita justru diberi ruang untuk bersantai.

Mendengar kata Jakarta rasanya yang terbayang hanyalah gedung-gedung pencakar langit. Tak lupa, polusi tebal yang dihasilkan dari jutaan kendaraan bermotor yang lalu lalang. Tapi Jakarta ternyata punya surga tersembunyi yang menawarkan hutan bakau asri dengan perairan tenang. Kawasan ini dinamai hutan mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Begitu memasuki kawasan hutan mangrove PIK, Sobat Pesona akan disambut hawa sejuk karena banyaknya pohon yang menaungi tempat ini. Sepanjang hutan pun disediakan jalan setapak dari kayu gelondongan yang disusun rapi, sehingga kita tak perlu jalan di tanah yang becek atau berlumpur.

Sayangnya, kayu gelondongan ini memiliki diameter berbeda-beda, sehingga jalan yang tercipta memiliki permukaan yang naik-turun. Untuk itu, ada baiknya kita mempersiapkan alas kaki yang lebih nyaman.


Jangan Sembarang Foto
Di area hutan mangrove yang indah dan rimbun, ada banyak spot foto keren. Bahka, tak hanya di dalam hutan, kita pun bisa bebas berpose di sejumlah fasilitas lain yang tersedia, seperti gardu pandang, deretan villa, hingga di depan sejumlah tenda.

Tapi ada satu syarat yang harus kita patuhi, yaitu jangan membawa kamera profesional, seperti DSLR maupun mirrorless. Karena jika tertangkap basah memotret menggunakan kamera tersebut, kita akan dikenakan denda sebesar Rp1,5 juta, loh. Berbeda kalau kita memang menyewa fotografer yang telah disediakan di kawasan hutan mangrove PIK, untuk memotret momen bahagia dengan biaya tambahan.


Bisa Naik Kano
Setelah lelah berfoto, kita bisa menjajal berbagai aktivitas seru di kawasan hutan mangrove PIK. Salah satu yang paling seru, dan tak boleh ketinggalan, adalah menyewa kano untuk menyusuri danau di kawasan PIK ini.

Untuk menyewa kano warna-warni yang tersedia kawasan hutan mangrove PIK, kita cukup membayar sebesar Rp250.000 untuk satu perahu dengan maksimal penumpang berjumlah enam orang. Jadi, kita bisa patungan bersama teman-teman.

Meski harganya cukup mahal, pengalaman mendayung menyusuri danau sambil menikmati indahnya panorama hutan mangrove sebanding dengan uang yang kita keluarkan. Tak hanya berperahu, kita pun bisa menambah ilmu dengan mengikuti short course tentang cara menanam bakau, loh.

Lewat program edukasi ini, pengelola memberitahu cara menanam bakau hingga merawatnya. Untuk mengikuti program ini, kita bisa membayar biaya pendaftaran sebesar Rp150.000. Sobat Pesona pun bisa memajang nama kita di atas papan kayu untuk diletakkan di antara pohon bakau.

Saat matahari mulai tenggelam dan menunjukkan semburat oranye, kita bisa mendekat ke tepi pantai, atau menaiki menara yang ada di salah satu sudut hutan mangrove PIK. Dijamin, pemandangan di sana bisa menghalau semua lelah yang rasakan setelah puas berkeliling.

Terakhir, kalau tertarik untuk bermalam di kawasan ini, kita juga bisa menyewa villa yang berdiri berderet di sana. Kalau ingin yang lebih menyatu dengan alam, kita bisa berkemah di area perkemahan yang telah disediakan di kawasan hutan mangrove PIK, Jakarta Utara ini.