Kopi Bali, Gurih Dengan Aroma Jeruk Memikat

Dirintis pedagang dari Lombok, aroma dan rasanya yang khas kini tak hanya memikat pelancong di Bali. Dari kebun-kebun di Buleleng dan Bangli, kopi Bali memikat pencinta kopi di 13 negara.

Jika kamu pecinta kopi yang sedang berlibur ke Bali, pastikan jangan sampai melewatkan untuk menyeruput kopi asli Bali dan mampir mengunjungi perkebunan Kopi. Perkebunan kopi kini turut menjadi salah satu komiditi yang mempu meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan Bali, salah satunya di Kabupaten Buleleng.


Dibuang Sebelum Mengering
Cita rasa khas aroma nikmat yang dimiliki kopi Bali membuat kopi ini banyak disukai pencinta kopi. Salah satu ciri khas aroma kopi Bali diantaranya rasanya nya unik dengan rasa yang cenderung gurih, sedikit pahit, dan memiliki rasa sedikit asam. Selain itu, ada juga jenis kopi Bali yang memiliki sedikit aroma jeruk.

Keunikan lain yang dimiliki kopi Bali juga terletak pada cara memrosesnya. Kalau biasanya kopi-kopi di Indonesia melalui proses pengeringan terlebih dulu, Kopi Bali diproses dengan cara tradisional, yakni, buah kopi dibuang sebelum bijinya mengering. Hal inilah yang menyebabkan warna biji kopi Bali lebih terang dibanding kopi-kopi lainnya di Indonesia. Rasanya mirip seperti kopi-kopi di Pulau Jawa, Timor, dan Flores, dan agak sedikit mirip dengan kopi Toraja dan kopi Sumatra.


Penggemar di 13 Negara
Karena kekhasan cita rasa yang dimilikinya, menyebabkan kopi Bali digemari banyak pencinta kopi dari mancanegara dan bahkan sudah mendapatkan kualitas internasional. Menurut data ekspor Bali hingga November tahun 2017, setidaknya ada 13 negara terbanyak menyerap komoditas ini, yakni, AS, Belgia,  China, Denmark, Jerman, Guam, Hongkong, Jepang, Korsel , Malaysia , Singapura, Taiwan dan Uni Emirat Arab (UEA).


Berkah Tanah Vulkanis
Kalau kebanyakan daerah penghasil kopi di Indonesia seperti Jawa dan Sumatra dipelopori oleh pemerintahan kolonial Belanda, pada awal abad 20, perkebunan kopi di Bali dipelopori oleh para pedagang dari Lombok yang membawa bibit kopi ke Bali. Sehingga kalau dibandingkan dengan daerah lain, perkebunan kopi di Bali termasuk yang paling muda.

Beberapa perkebunan kopi yang terkenal di Pulau Dewata berada di kawasan Buleleng, Badung Utara, dan daerah Kintamani (Bangli). Kesuburan tanah vulkanis dan iklim di daerah Bali memungkinan budidaya tanaman kopi berkembang baik. Jenis kopi yang dihasilkan di perkebunan daerah ini diantaranya kopi robusta, arabica, serta kopi asli Bali yang berasal dari luwak. Dengan semakin terkenalnya cita rasa kopi Bali, saat ini keberadaan kedai kopi modern sudah semakin menjamur di Bali.