Sehari di Bukittinggi, Jelajahi Sejarah dan Ngarai Tanah Minang

Sekali mendayung, 3-4 pulau terlampaui. Dalam satu kota, Bukittinggi punya beragam cerita dan pesona wisata. Sehari di Bukittinggi pun bakal menjadi perjalanan yang berkesan.

Apa yang paling kita tahu dari Bukittinggi? Jam Gadang? Iya, benar. Tapi, bukan hanya itu saja pesonanya. Masih banyak daya tarik lain yang tak kalah menggoda. Bagaimana kalau kita cuma punya waktu sehari untuk menjelajah Bukittinggi? Mau apa, kuliner? Alam? Atau budaya? Kalau Sobat Pesona penyuka sejarah, maka tempat pertama yang bisa dikunjungi adalah Lobang Jepang.


Gua Bersejarah dan Ngarai
Lobang Jepang ini adalah sebuah bunker milik tentara Jepang saat menjajah Indonesia. Dulunya, lokasi berbentuk terowongan sepanjang 1400 meter yang berkelak-kelok dengan lebar 2 meter ini dijadikan sebagai lokasi tempat pertahanan para tentara Jepang. Ada pula 21 ruang khusus dalam lobang yang dibangun pada tahun 1942 ini, beberapa di antaranya adalah ruang penjara, penyimpanan senjata, dan ruang pengintaian.

Jangan buru-buru pergi kalau penjelajahan gua selesai. Segarkan pikiran dengan menikmati hamparan Ngarai Sianok. Lokasinya berada di perbatasan Kota Bukittinggi, tepatnya di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumbar. Di sini kita akan disuguhkan panorama lembah besar dikelilingi bukit-bukit bertebing curam dengan sungai berkelok yang mengalir di area desa penduduk. Asyiknya, ini bisa kita nikmati tak jauh dari Lobang Jepang, dari titik pandang Taman Panorama.

Kalau Sobat Pesona penyuka wisata alam, nikmati beragam wahana olahraga menarik di Ngarai Sianok. Seperti arung jeram, kayak dan kano, bersepeda gunung, hingga mendaki bukit-bukit di sekitar lembah. Tentu, kita akan menemukan beragam panorama indah di sana. Cocok sekali buat kita yang hendak menyegarkan pikiran dari lelahnya pekerjaan dan aktivitas rutinan.

Tapi kalau mau santai, nikmati dari Taman Panorama. Tak jauh dari sini ada Jam Gadang yang berada di pusat kota. Jalan kaki, hanya butuh waktu kurang dari 15 menit.

Pernah berkunjung ke Great Wall of China? Kalau belum, tak perlu lagi jauh-jauh ke sana. Sebab di Bukittinggi pun ada. Janjang Koto Gadang namanya. Ya, Janjang Koto Gadang memang menyerupai Great Wall of China, yakni berupa jembatan tembok sepanjang 1,7 kilometer. Desain jembatan ini dibuat mirip dengan The Great Wall of China, namun dalam versi yang lebih mini.

Ketika menapaki anak-anak tangga di sini, mata pun akan disuguhkan dengan indahnya pemandangan lembah-lembah dari Ngarai Sianok. Disebut-sebut, tempat ini adalah spot terbaik untuk menikmati indahnya lanskap alam Ngarai Sianok. Jangan sampai melewatkan momen ini dengan tidak mengabadikannya dalam kamera pribadi kita. Kalau anglenya tepat, maka akan terlihat seperti sedang foto di Great Wall of China.