Menyelam dan Bercengkarama dengan Sang Manta di Sangalaki

Gerombolan ikan pari manta yang berpesta pora di perairan pulau ini telah mengibarkan Sangalaki di kalangan penyelam dunia.

Sangalaki, pulau kecil ini membuka petualangan bawah air pertama kali pada tahun 1993. Sangalaki yang tidak berpenghuni, lantas digunakan WWF (lembaga konservasi internasional) untuk pelestarian penyu hijau.

Sebagian besar penyelaman dilakukan hingga kedalaman 25 meter. Keberadaan terumbu karangan yang melimpah dan penuh warna membuat pulau ini sebagai salah satu tempat perlindungan laut di Indonesia. Praktik-praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan memastikan Sangalaki sebagai contoh benteng bagi keaslian ekosistem laut tropis.

Pesona terbesar di sini adalah kerumunan manta yang cukup banyak yang berkunjung setiap tahun di perbatasan negara, antara Sabah, Malaysia, dan Sangalaki, Indonesia. Di perairan ini manta berpesta menyantap makanan berlimpah. Sering kali manta itu terlihat melakukan perjalanan turun di jalur utama.

Dianjurkan menyelam dekat permukaan air dengan snorkeling ataupun menyelam bebas untuk bisa mengakrabi makhluk tersebut. Biasanya ada sekitar 20 ekor manta melayang-layang yang bisa kita saksikan, terutama pada saat bulan purnama.

Berikut ini beberapa titik selam yang ada di Pulau Sangalaki yang harus Sobat Pesona jelajahi:

Jalur Manta - Manta Avenue
Berada di sebelah Timur lighthouse dengan deretan karang terjal yang menghujam hingga jalur berpasir. Bentang dasar laut ini memberi kenyamanan bagi kehidupan aneka warna fire goby, elegant fire goby, dancing goby, jaws fish dan belut laut pipih (ribbon eel). Di situs ini juga ada dua reruntuhan kapal kayu. Jalur utama di sini, dan Manta Parade, merupakan terumbu karang yang membentuk punggung gunung yang mempesona. Terisolasinya terumbu karang di perairan ini membentuk ekosistem dengan aneka jenis biota laut yang rumit dan berlimpah.

Manta Parade dan Manta Run
Keduanya situs ini saling bersambungan dengan bentang alam bawah air berupa hamparan dasar laut yang tersingkap dengan tutupan anekara ragam bentuk dan ukuran koral. Dasar berpasir menjadi rumah bagi belut laut (garden eel), cuttlefish serta nudibranch. Di sebalah barat pulau terdapat titik selam Coral Garden dan Turtle Town. Di situlah para penyu laut bermain dan berlompatan satu sama lain. Musim kawin penyu umumnya terjadi sepanjang tahun.

Pulau Kakaban
Di perairan pulau ini, kita dapat menyaksikan atraksi ikan-ikan besar yang mendebarkan hati. Kakaban hanya sekitar 25 menit menggunakan kapal dari Pulau Sangalaki. Kerap kali saat penyelaman scuba, kita akan menyaksikan ikan pari manta, hammerhead, barakuda, tuna, hiu macan dan hiu karang kelabu. Kehidupan lainnya, yang berkumpul di sepanjang deretan dinding koral, banyak terlihat fusillier, parrotfish, penyu, surgeonfish, butterfly fish dan angelfish.

Pulau Samama
Cukup lima belas menit dengan kapal dari Sangalaki, kita akan sampai di pulau ini. Samama merupakan tempat terbaik untuk melihat kehidupan ikan-ikan besar. Sobat Pesona bisa menemukan pygmy seahorse dan aneka nudibranch. Daratan pulau sebagian besar merupakan kawasan hutan bakau. Perairan di dini cocok buat penyelaman area dangkal.

Pulau Maratua
Sebuah pulau yang cukup luas dengan danau yang besar. Pulau ini sejatinya merupakan bagain lereng danau yang dikelilingi deretan karang tepi. Maratua memiliki sejumlah titik selam yang mengesankan, di mana Sobat Pesona berkesempatan untuk menyaksikan jenis-jenis pelagik: hiu, tuna, ikan pari, gerombolan barakuda, travally serta cakalang.