Surga Terumbu di Pulau Berlimpah Rempah

Pulau ini menorehkan riwayat panjang dalam sejarah dunia. Bangsa Eropa pada abad-abad silam telah tertarik dengan pulau penghasil rempah ini. Berbagai rempah, pedagang asing, perang dan bencana memiliki gambaran suram di masa silam.

Kepulauan ini terbentuk dari sepuluh pulau vulkanik yang tersebar di Laut Banda, 140 kilometer sebelah Selatan Pulau Seram. Kepulauan ini seluas 180 km persegi masuk wilayah Provinsi Maluku. Kota terbesarnya, Banda Neira, terletak di pulau dengan nama yang sama.

Kepulauan Banda dipandang sebagai tempat penyelaman terbaik di dunia. Berikut ini beberapa titik selam di Kepulauan Banda:

Pulau Ai
Pulau ini yang agak terpisah di bagian Barat Banda Neira. Pulau Ai memiliki tebing batuan gamping di garis pantai Selatan dengan pesona pantai yang cantik di pesisir Utara. Lokasi yang terpencil dengan dinding di kedalaman lautnya, saat arus menerpa menjadikan pulau ini salah satu titik unggulan untuk bertemu hiu.

Hiu martil (hammerhead shark) seringkali terlihat, hiu silvertip tak jarang juga menampakkan diri. Ikan wahoo dan giant trevally pun juga berkunjung di pulau ini, sementara barakuda chevron dan bluefin trevally berburu makanan dalam gerombolan besar. Sejumlah penyelam memiliki kenangan berjumpa mobula ray yang melayang-layang hingga 25 ekor.

Batu Udang
Di sisi Selatan Pulau Ai terdapat lokasi selam Batu Udang. Penyelaman dimulai dengan terumbu landai sampai 13 meter, diikuti lereng terjal hingga 55 meter. Sobat Pesona bisa menyakasikan black triggerfish dan reedtoth trigerfish di semua sudut terumbu, mereka leluasa bercampur dengan biota laut lainnya.

Semakin turun, dinding terumbu tampak warna-warni dari koral lunak kuning, coklat dan hijau bersama rimbunan lobe coral. Hiu karang whitetip dan eagle ray seringkali terlihat di area ini. Penyu sisik terkadang nampak istirahat atau melahap sponge hijau.

Tanjung Batu Payong
Tanjung Batu Payong atau Umbrella Rock Point berada beberapa meter di sebalah Barat Pulau Ai. Situs ini memiliki tebing terjal dan turunan hingga 60 meter. Di bagian itu terdapat sponge barrel, olive vase sponges, koral green tubestraea, dan karang kipas gorgonian.

Batu Kapal
Nama situs ini berasal dari puncak karang menjulang yang membelah Laut Banda yang menyerupai kapal. Titik ini berada di bagian Baratlaut Pulau Pisang. Situs ini menjadi favorit penyelaman karena topografi bawah laut yang menarik dengan karang kipas gorgonian yang sangat besar dan spon barrel.

Sederetan puncak karanglah yang menjadi keunikan situs ini di Pulau Banda. Bagian utama puncak karang sangat besar, dengan lereng yang turun hingga 22 meter. Di sisi Barat dan Utara kawasan ini terdapat dinding karang.

Nah, dari dasar di tengah puncak ini, kita bebas menjelajahi puncak yang makin dalam: satu di sisi Tenggara, sisi Timur, sisi Baratlaut, dan batu-batu besar di Timurlaut. Seluruh titik selam ini terlalu besar untuk satu kali penyelaman.

Karang Hatta
Titik ini juga disebut Sekaru yang berarti ‘perairan tenang’ berupa karang atol selebar 500 meter, beberapa kilometer lepas pantai di Selatan Pulau Hatta. Nama pulau itu berasal dari wakil presiden pertama Indonesia Muhammad Hatta. Di sudut Tenggara karang atol merupakan tempat terbaik untuk memulai penyelaman, yang arusnya bergerak ke selatan, yang menarik ribuan ikan.

Lereng karang akan membawa kita menyelam hingga 25 meter, yang menyajikan keindahan karang atol. Saat penyelaman berakhir, kita cukup menyusuri naik ke atas mahkota atol, sembari safety stop. Ada beberapa jenis berbeda di sini: hawkfish, soldierfish, dan ikan kerapu. Titan triggerfish juga penghuni tetap area ini, dan juga jenis yang sama asli Banda.

Gunung api
Tempat ini berupa pulau vulaknik kecil yang terletak di selat kecil, arah Barat Banda Neira. Situs ini tempat terbaik untuk melihat keindahan terumbu karang Banda: tumpukan aliran lava di belahan Utara, di Timurlaut pulau. Turun dari permukaan Laut Banda, segera menyaksikan tontonan mengagumkan di bawah kita.

Di perairan dangkal, terdapat karang meja, karang jari (warty finger coral), karang botol, dan acropora. Kemudian dari 20 meter turun ke 30 meter, karang kubis (cabbage leaf coral) mengambil alih pemandangan. Sebagian karang meja berukuran sangat besar, koral kubis berkerumun nampak seperti hamparan ladang.

Menyelam di kedalaman memberi kesempatan berharga bertemu dengan napoleon wrasse, gerombolan batfish dan juga pinnate bathfish. Beberapa jenis ikan pelagik sering berpesta pora di situ. Mobula ray yang sedang memakan plankton, begitu juga doogtoth tuna dan blue trevally  tak ingin ketinggalan untuk berburu makanan. Gunung api ini sungguh akan memberi pengalaman seumur hidup, yang bisa dikunjungi saat safari selam di Pulau Banda.

Karnobol
Situs ini berada di bagian Timur dari pulau paling besar di kepulauan Banda, yaitu pulau Banda Besar. Seperti lokasi selam yang lain, di sini menawarkan kesempatan untuk melakukan penyelaman dahsyat dengan berbagai jenis ikan.

Sebutan titik selam ini berasal dari nama sekelompok orang Belanda, yang menyerang penduduk Banda dalam sebuah insiden beberapa ratus tahun lalu. Yang membuat Karnobol unik adalah kerumunan bommi dan bebatuan yang memamerkan topografi yang menarik. Saat menuruni lereng curam, kita akan menemukan warna-warni karang kipas gorgonian, sponge dan karang lunak, sembari mengamati saat berpapasan dengan napoleon fish dan bump-headed parrotfish yang seringkali hadir di area ini.