Wisata Selam Berpadu Ziarah Budaya di Alor

Inilah salah satu pulau yang belum banyak terjamah di gugusan Nusa Tenggara Timur (NTT) lantaran tak banyak dikunjungi. Penjelajahan ke Gunung Pantar, singgah ke desa nelayan di Lembata, atau menyelam di selat Alor merupakan tujuan sebagian besar pelancong.

Pesona budaya berupa tong moko, yang tidak ditemukan di lain tempat, membawa kita melacak kembali masa Dongson di Vietnam, sekitar 350 SM. Sobat Pesona seolah-olah mengawali kehidupan di Alor yang sebenarnya sebagai pulau yang berada di luar zaman modern.

Kebudayaan asli Alor dipengaruhi zaman tua dari India, Cina dan para saudagar Jawa, beserta persilangan agama Islam dan Kristen. Hal itu tergambar dalam jalinan serat benang yang ditenun dengan paduan corak masjid dan gereja yang khas pulau ini. Dalam busana tarian tradisionalnya, terdapat motif jalinan ikat dan variasi gaya bangunan yang cukup menarik dari daerah-daerah. Lebih dari selusin desa tradisional, yang bisa ditempuh dalam waktu satu jam dari ibu kota Kalabahi, adalah surga budaya bagi wisatawan.

Keindahan bawah laut Alor tersebar di Alor Besar, Alor Kecil, Dulolong, Pulau Buaya, Pulau Kepa, Pulau Ternate, Pulau Pantar, dan Pulau Pura. Alam Alor menampilkan kesempurnaan panorama tropis: gunung api yang menjulang hingga ke tepi laut, dengan air yang bening berhias terumbu karang, lambaian nyiur kelapa di pantai berpasir, dan desa tradisional.

Pulau Alor memang bergunung-gunung, yang sebagian besar  tidak mungkin dijangkau dari satu sisi ke sisi lain. Selain itu, peduduk desa di pulau ini hanya bisa melakukan perjalanan dengan kapal kayu kecil.

Kal’s Dream
Tempat ini paling terkenal sebagai titik penyelaman di Pulau Alor. Bagian puncak karang yang tenggelam di situs ini hanya bisa diselami saat air laut pasang, bersama gerombolan ikan hias kecil, seperti anthias dan fusiliers.

Arus laut di bawah air cukup kuat, dengan sesekali muncul barakuda dan hiu blacktip. Hal itu bisa membuat penyelam terkejut atau sebaliknya malah kangen. Pada hari yang baik, air laut sangat jernih untuk menyaksikan hiu karang kelabu, dan bahkan hiu martil yang begitu terkenal di titik ini.

Shark Galore
Situs selam ini berada di seputar Pulau Pura. Tidak mengejutkan jika situs ini diberi julukan itu, karena adanya kesempatan untuk menyaksikan kerumunan hiu. Tempat ini mengajak kita untuk berjumpa dengan hiu abu-abu bersama hiu whitetip. Tak jarang, gerombolan bear ikan tuna ikut bergabung dengan kawanan hiu itu, yang membuat kita nampak kerdil. Pada situasi tertentu, kita bisa menuntaskan penyelaman di lokasi yang cukup terkenal yaitu Clown Valley.

Mandarin House dan the Boardroom
Di bagian Utara Pula Pura menawarkan tebing terumbu yang dikerumuni ikan mandarin saat siang hari. Namun saat senja akan menjadi saksi kawin-mawin ikan mandarin itu. Dinding sedalam 50 meter di the Boardroom, di Timur Mandarin House, menyajikan gua-gua bawah laut yang didiami glassfish, sekelompok ikan jack dan snapper.

Darmaga Pertamina
Lokasi selam ini masih relatif baru dengan tebing berpasir hitam sebagai kediaman makhluk-makhluk laut yang aneh. Para penyelam akan bertatap mata dengan ikan naga atau ghost pipefish, kuda laut, ketam berambut dan terkadang wonderpuss, sejenis gurita yang cukup aneh. Penyelaman malam hari adalah aktivitas yang lebih menarik di situs ini.