Menjelajahi Bawah Air di Rumah Badak Jawa

Ujung Kulon sudah telanjur tenar sebagai rumah badak jawa. Sampai kini, badak bercula satu ini terus dipantau populasinya untuk memastikan kelestariannya.

Taman Nasional Ujung Kulon juga menyimpan keindahan di perairannya. Sejak zaman Belanda, Ujung Kulon telah menarik perhatian para naturalis. Bentuk bentang alamnya, kehidupan satwa liarnya yang berpadu pantai nan indah, membuat kawasan ini dilindungi.

Sebuah lembaga konservasi internasional, WWF, dengan melibatkan penduduk lokal, menggelar pelestarian terumbu karang. Ikhtiar itu sekaligus menegaskan perairan Ujung Kulon berlimpah terumbu karang, aneka ikan, dan biota laut lainnya. Sebuah tawaran yang sayang untuk dilewatkan.

Sebagai pembuka, titik penyelaman ditandai dengan mercusuar yang menjulang tinggi. Berada di Tanjung Layar, mercusuar itu, menyimpan dunia bawah air berlimpah biota laut. Di sini, jarak pandang bisa sampai 20 meter, tetapi di lembah bawah barakuda kerap berseliweran.

Terumbu karang memang jarang di sini, namun, sekali lagi, yang menarik adalah ikan barakuda berukuran besar, gerombolan fusiliers, serta ikan berukuran sedang lainnya. Semua bisa kita temui di dua spot menyelam di Taman Nasional Ujung Kulon.

Karang Copong
Tempat menyelam yang dangkal, terdapat terowongan batu yang mengarah ke gua-gua pulau. Hanya sedalam sekitar 17 meter, keindahan bawah air di kawasan Karang Copong layak kita selami secara penuh. Senja Karang Copong sangat menawan: saat matahari terbenam, semburat memerah tampak memancarkan keindahannya.

Karang Jajar
Karang Jajar menawarkan terumbu karang yang berwarna-warni. Hidup pula penyu laut dan ikan pari dalam jumlah yang banyak di perairan kawasan ini. Di tempat ini banyak terdapat batu-batu besar dari Pulau Panaitan.