Asal-usul Pacu Jalur Kuantan Singingi

Pacu jalur adalah pesta rakyat kebanggaan masyarakat Kuantan Singigi atau yang biasa dipendekkan jadi Kuansing oleh masyarakatnya. Lomba dayung dengan perahu superpanjang yang dikayuh oleh 40-60 orang ini setiap tahunnya digelar di Sungai Batang Kuantan.

Meski sarat muatan budaya sejarah Pacu Jalur tergolong unik. Dimulai sejak satu abad lalu, Pacu Jalur awalnya adalah keriaan yang digunakan untuk merayakan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina, penguasa Belanda saat itu.
 
Di masa penjajahan, setiap tahunnya Pacu Jalur digelar untuk memperingati bertambahnya umur sang ratu. Namun, saat Indonesia merdeka, Pacu Jalur tak lagi digunakan sebagai penanda hari ulang tahun Ratu Belanda.
 
 
Pacu Jalur lantas digelar saban hari raya Islam. Seperti saat Iedul Fitri. Selanjutnya tradisi Pacu Jalur digelar sebagai pengingat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, hingga saat ini. Ini juga yang membuat Pacu Jalur selalu digelar setiap bulan Agustus setiap tahunnya.
 
Perlombaan yang konon sudah ada sejak tahun 1903 ini, menjadi agenda tetap Pemerintah Provinsi Riau untuk menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara berkunjung ke Riau. Khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi.
 
 
Kini, warna-warni kostum, dan dentum suara meriam penanda mulai lomba, serta teriakan pemberi semangat menjadi daya tarik budaya lokal asli Riau yang pantas dinanti dan dinikmati.