Tengger, Dikelilingi Tujuh Gunung

Kemasyuran Gunung Bromo telah berkibar hingga mancanegara. Setiap hari menjelang Matahari terbit, ratusan pengunjung meniti lereng menuju puncak.

Bromo Tengger Semeru merupakan kompleks gugusan gunung berapi kuno berusia 820.000 tahun yang membentang 5.250 hektare di ketinggian sekitar 2100 meter dpl. Kemasyuran Gunung Bromo telah berkibar hingga mancanegara. Setiap hari menjelang Matahari terbit, ratusan pengunjung meniti lereng menuju puncak.

Kaldera kuno Tengger berupa lautan pasir yang unik dengan lima anak gunung baru: Gunung Bromo (2392 m), Gunung Batok (2470 m), Gunung Kursi (2581 m), Gunung Watonga (2661 m) dan Gunung Widodaren (2650 m). Para wisatawan datang untuk mendapatkan pengalaman surealis dengan melintasi lautan pasir hitam di dalam kaldera purba ini.

Terdapat tujuh gunung di sekeliling Tengger termasuk Gunung Pananjakan (2770 m). Puncak Panajakan adalah tempat dengan pemandangan terbaik untuk melihat keseluruhan gugusan gunung berapi Tengger.

Lebih jauh ke Selatan, berbaris gugusan Pegunungan Semeru Jambangan. Semeru (3676 m) merupakan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa. Kawasan hutan Gunung Semeru menyimpan empat danau dan 50 aliran sungai yang merupakan bekas jalur lahar dari gunung legendaris itu.

Di danau Ranu Kumbolo misalnya, terdapat hamparan edelweis, padang rumput dan pucuk-pucuk cemara. Danau ini terbentuk dari kawah Gunung Jambangan yang telah memadat. Puncak Semeru telah lama memikat para pendaki dan pecinta alam. Sepanjang jalan, dari Ranu Kumbolo ke puncak, pendaki menikmati padang rumput dan vegetasi yang tumbuh kerdil.

Kebanyakan pengunjung datang ke Bromo melalui Probolinggo, kota kecil yang terletak di rute pesisir Surabaya-Banyuwangi. Dari sini, menggunakan mobil minibus umum menuju Desa Cemara Lawang yang berjarak 3 km dari dinding kawah.