Pesta Adat dari Atas Rumah Karapao

Setiap kali warga Suku Kamoro yang mendiami Mimika, Timika, Papua ingin mengadakan pesta adat, pasti digelarnya di Rumah Adat Karapao, yang sangat simbolis bagi warga suku.

Bagi para anak dan pemuda di Suku Kamoro, Rumah Adat Karapao layaknya tempat pembuktian bagi mereka atas perjuangannya setelah bertahan hidup di hutan belantara selama berminggu-minggu. Ya, kegiatan itu bernama ritual pendewasaan. Itu merupakan bagian dari kegiatan adat khas Suku Kamoro.

Karena pada jadwal tertentu, para anak dan pemuda di seluruh desa di Mimika akan dikumpulkan. Untuk setelahnya dilepas ke hutan untuk berburu sagu. Setelah pulang, seluruh sagu yang terkumpul akan diolah. Sebagian akan dijadikan persembahan bagi para leluhur, sebagian lainnya akan dinikmati bersama para warga Suku Kamoro. Barulah setelahnya acara dilanjutkan dalam pesta adat.


Satu Rumah Beragam Manfaat
Ya, pesta adat tersebut dinamakan Pesta Karapao. Yang diadakannya di dalam Rumah Adat Karapao. Yakni sebuah rumah panjang dengan tiga belas pintu yang selalu difungsikan sebagai tempat keluar-masuk para peserta pesta adat yang sedang melakukan upacara. Seluruh dindingnya terbuat dari anyaman daun pandan, sedangkan atapnya berbalut susunan daun kelapa.

Arsitekturnya sangat sederhana, hanya berupa kotak dengan atap miring di satu sisi. Konstruksinya terbuat dari kayu bakau yang banyak terdapat di muara Timika, bentuknya lurus-lurus dan jenjang.

Dalam pesta itu pula para lelaki dewasa Suku Kamoro akan menggantungkan baju adat yang sebelumnya dipakai para peserta ritual pendewasaan ke tiang-tiang atas penyangga di Rumah Karapao. Baju itu akan kembali diambil warga ketika ritual pendewasaan selanjutnya dimulai.

Sejumlah tarian adat pun akan dibawakan para warga suku di depan Rumah Karapao. Dalam pesta itu, mereka menggunakan baju adat khas Suku Kamoro, lengkap dengan senjata adatnya. Ya, Rumah Karapao memang tak bisa dilepaskan dari penyelenggaraan Pesta Adat Karapao. Keduanya begitu melekat.

Bahkan, penggunaan Rumah Adat Karapao sebagai tempat diselenggarakannya pesta adat Suku Kamoro sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka dulu. Makanya keberadaan rumah adat itu begitu sakral.