Sibandang, Pulau ‘Kedua’ di Tengah Danau Toba

Namanya memang tak setenar Samosir, pulau terbesar di Danau Toba. Tapi Sibandang yang lebih kecil memiliki keindahannya tersendiri. Dari alam, ritual hingga ulos Sibandang yang jadi langganan para raja Batak.

Danau Toba memiliki dua pulau, Samosir sebagai pulau terbesar dan Sibandang. Pulau Sibandang berlokasi di wilayah Tapanuli Utara yang beribukotakan Tarutung. Perjalanan menuju Pulau Sibandang dapat di tempuh dengan menggunakan kapal boat melalui 3 jalur, yakni pelabuhan Muara, Balige, atau Nainggolan. Pulau Sibandang memang memiliki potensi  alam yang luar biasa. Berada di tengah Danau Toba, pulau ini terlihat sangat cantik dan cukup mencolok di banding pulau lain di sekitarnya.

Pulau Sibandang merupakan paket lengkap sebagai salah satu destinasi terbaik di kawasan Danau Toba. Garis pertemuan antara perairan dan daratan berupa bebatuan atau non pasir. Pantainya pun berhadapan langsung dengan Tarabunga, Sigaol, Bakkara, Muara, Nainggolan Pulau Samosir dan Dolok Tolong Toba Samosir. Keindahan Pulau Sibandang semakin indah dan mempesona saat deburan ombak datang. Bahkan bisa tetap kita nikmati saat malam hari.


Penghasil Ulos Para Raja
Di Pulau Sibandang wisatawan bisa menikmati proses pembuatan Ulos Harungguan di Desa Papande. Ulos di sini dibuat dengan secara tradisional. Mulai dari bahan kapas sampai pembuatan benang dan pewarnaannya, motif yang ditawarkan pun sangat beragam. Ulos di sini dahulu diperuntukan bagi para raja, sehingga Ulos Harungguan ini terkenal sebagai rajanya ulos.

Tak hanya itu, di Pulau ini wisatawan juga dapat menikmati Hoda-Hoda sebagai seni budaya terbaik. Hoda-Hoda ini adalah salah satu ritual kuno masyarakat Desa Sampuran yang dipadukan dengan tarian Mossak ,sejenis ilmu bela diri silat dari tanah Batak.  Bentuknya sejenis kuda lumping. Sama seperti area lainnya, pengunjung juga bisa diajak mengikuti gerakan tari tortor. Wisatawan yang datang juga bisa belajar pembuatan sampan khas Danau Toba.

Pulau Sibandang juga dikenal dengan sebutan Pulau Mangga, hal ini dikarenakan di Pulau Sibandang terdapat banyak pohon mangga. Bahkan pulau ini menjadi salah satu penghasil mangga yang manis dan lezat di sekitaran Danau Toba dan dijual ke berbagai daerah di provinsi Sumatera Utara.

Pulau seluas 850 hektare ini juga memiliki peninggalan berupa Rumah Kepala Nagari Raja Gukguk yang kini dijadikan sebagai wisata sejarah. Ada juga Makam Raja Sorta Uluan yang diyakini sebagai raja Pulau Sibandang di puncak bukit Sibandang, hingga situs berupa Partukkoan yang merupakan kursi batu tempat raja raja dahulu untuk melakukan rapat musyawarah. Semua situs sejarah di Pulau ini bahkan masih terpelihara dengan baik.