Horas, Sapaan Penuh Makna Orang Batak

Ungkapan Batak paling kondang. Bukan sekadar sapaan, kata yang ringkas ini sarat falsafah hidup orang Batak lho.

Horas!

Biasanya itulah yang diucapkan orang Batak kalau bertemu dengan sesamanya. Ya, itulah salam khas Batak yang kerap dilontarkan dengan penuh semangat. Kalau disapa dengan kata itu, biasanya lawan bicaranya juga akan menyahut dengan kata yang sama dengan semangat dan suara yang juga keras.

Volume suara yang keras memang telah menjadi ciri khas orang Batak karena dulunya kondisi geografis Tapanuli -Samosir berupa bukit dan lembah yang diselingi hutan lebat sehingga harus bicara dengan keras dan kuat jika ingin berkomunikasi. Memang tak semua orang Batak terbiasa bicara dengan gaya demikian karena sudah banyak pula yang migrasi ke daerah lain dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Namun meskipun begitu, sapaan horas masih kerap dilontarkan orang Batak, dimana pun mereka tinggal.


Berkah Selama Hidup
Sapaan horas memiliki makna yang dalam bagi orang Batak. Di balik kata horas, ada terminologi yang memuat falsafah hidup orang Batak yang harus selalu ia pikul kemanapun ia pergi. Horas, sejatinya terdiri dari beberapa motto hidup yang disingkat menjadi satu.

Yang pertama adalah Holong masihaholongan yang artinya kasih mengasihi. Selanjutnya adalah On do sada dalan nadumenggan yang bermakna inilah jalan yang terbaik. Nilai lainnya adalah Rap tu dolok rap tu toruan yang dapat diartikan sebagai seia sekata, Asa taruli pasu-pasu yang berarti supaya kita diberkati, dan terakhir adalah Saleleng di hangoluan yang artinya selama kita hidup.

Kalau digabungkan, sapaan ini mengandung pesan supaya orang Batak selalu hidup dengan saling mengasihi karena inilah jalan terbaik, dan hal itu diwujudkan dengan seia sekata supaya kita mendapat berkah selama hidup berjalan.

Luar biasa kan? Jadi, sesungguhnya horas bukan sekadar sapaan biasa tanpa arti. Ungkapan ringkas ini mengandung pesan mendalam bagi orang Batak. Makanya kata ini masih terus dilontarkan oleh mereka setiap kali berjumpa atau berpisah dengan orang lain atau sesama orang Batak.