Teluk Meranti, Mendunia Bersama Dahsyatnya Ombak Bono

Ombak besar di laut, itu pemandangan biasa. Namun di hilir Sungai Kampar, Desa Meranti, ombak sungai air tawar itu dapat mencapai ketinggian lima meter!

Ada fenomaena yang luar biasa di Kelurahan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Desa ini begitu terkenal di kalangan para peselancar di seluruh dunia. Desa yang dibelah aliran Sungai Kampar dengan panorama berupa dataran rendah berawa-rawa. Keadaan alamnya yaitu berupa dataran rendah berawa-rawa dengan lahan gambut yang cukup luas.

Wilayah Teluk Meranti dibelah oleh aliran Sungai Kampar yang bermuara ke Selat Malaka. Sepanjang aliran sungai tersebut membentang hutan lebat tropis yang sangat luas dikedua sisi sungai tersebut. Penduduk asli Teluk Meranti adalah Suku Melayu. Kelurahan ini berbatasan langsung dengan Suaka Margasatwa Kerumutan dan Kabupaten Indragiri Hilir pada bagian selatan, dengan Desa Teluk Binjai pada bagian barat, Desa Pulau Muda pada bagian timur, dan Kabupaten Siak pada bagian utara.


Bono, Ombak Sungai 7 Lapis
Potensi besar yang ada di kecamatan Teluk Meranti ada di bidang pariwisata, yaitu objek wisata fenomena alamnya berupa ombak bono yang terdapat disungai kampar. Kalau sungai umumnya memiliki riak atau gelombang kecil, namun di hilir Sungai Kampar, ombak sungai air tawar itu dapat mencapai ketinggian lima meter. Ombak yang begitu besar di aliran sungai ini membuat Sobat Pesona bisa berselancar sangat lama.

Dahulu kala, fenomena ombak ini merupakan pemandangan yang mengerikan dan ditakuti. Ombak bono digambarkan sebagai tujuh hantu. Hantu itu berupa ombak tujuh lapis. Padahal, Ombak Bono merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang.

Setelah kedatangan tim ekspedisi penjelajah sungai, fenomena tersebut dijadikan sebagai objek surfing para peselancar. Hingga sekarang banyak peselancar dunia maupun dari Indonesia yang menjajal kedahsyatan ombak bono tersebut. Orang lokal menyebutnya, bekudo bono. Artinya, menunggangi ombak bono.

Keindahan ombak bono telah menyebar ke berbagai belahan dunia bahkan beberapa negara menyatakan tertarik untuk mengelola objek wisata tersebut. Kini peselancar mancanegara dan domestik sudah berada di Teluk Meranti untuk menjajal Ombak Bono, bahkan sudah ada event pariwisata yang diberinama Bono Surfing.

Selain itu, ada pula kegiatan budaya yang bisa dijadikan sebagai objek wisata di wilayah ini, seperti silat, tari-tarian, permainan rakyat, dan lainnya. Untuk wisata religi, di wilayah ini juga terdapat makam salah seorang pahlawan daerah yang bergelar Datuk Serapung.

Foto : Bayu Amde