Hotel Cilu Bintang, Atmosfer Tempo Dulu Banda Naira

Cilu Bintang Estate di Kota Banda Neira patut menjadi pillihan bagi yang ingin menikmati atmosfer sejarah Kepulauan Banda. Lokasinya di tengah kota, dengan akomodasi yang modern tapi bergaya etnik khas tempo dulu.

Cilu Bintang Estate merupakan salah satu penginapan yang cukup terkenal di Kota Banda Naira. Letaknya berhadapan dengan Benteng Belgica, menjadikan hotel ini memiliki pemandangan yang cukup berbeda dari hotel lain yang ada di kota ini.

Hotel Cilu Bintang Estate, memiliki areal yang sangat luas. Mereka memiliki ruangan VIP dan teras pada lantai 2 yang langsung menghadap ke Gunung Api Banda dan Benteng Nassau sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk duduk bersantai menghabiskan waktu sambil melepas penat. Hotel ini sangat cocok bagi wisatawan yang menginginkan konsep kenyamanan tanpa hingar bingar perkotaan.


Kamar dan Hidangan Eksotik, Selai Pala
Sebelum memasuki gerbang Cilu Bintang Estate, kita akan disambut dengan cetakan sketsa Benteng Nassau dan Benteng Belgica. Kamar-kamar di Cilu Bintang Estate pun dinamakan sesuai nama-nama Negeri dan Pulau yang ada di Kecamatan Banda ini.

Kamar-kamar di Cilu Bintang Estate dinamakan sesuai nama-nama Negeri dan Pulau yang ada di Kecamatan Banda. Cilu Bintang menawarkan akomodasi mewah bagi wisatawan yang memilih untuk menikmati warisan budaya dan sejarah, yang kaya dari Kepulauan Banda. Kamar-kamarnya yang lapang dan cerah, dengan langit-langit tinggi bergaya kolonial serta perabotannya bergaya antik tradisional.

Hotel Cilu Bintang juga memiliki eksostisme sejarah dengan menyajikan barang-barang klasik yang sangat apik. Dimulai dari pagar milik VOC didepanya, hiasan-hiasan meriam, lampu gantung, dan furnitur lainya akan membuat kita ragu mengira bangunan ini adalah bangunan baru yang berumur tidak lebih dari dua tahun.

Desain ruangan di tiap kamarnya juga bertema kayu yang khas Indonesia. Kasur yang diselimuti kain batik serta hiasan dinding bertemakan klasik. Membuat hotel ini seringkali dijadikan tempat untuk mengabadikan foto karena desainnya yang unik dan instagramable.

Harga sewa hotel ini juga relatif tidak terlalu mahal, berkisar antara 350-400rban per malam. Selain terkenal dengan desain bangunannya, hotel ini juga terkenal akan kelezatan hidangannya yakni selai buah pala.

Konon selai ini sengaja dibuat sendiri oleh istri sang pemilik. Selai ini cocok di santap bersama pancake atau roti bakar. Selai ini bahkan sudah disediakan dan siap dijual dalam bentuk botolan. Karena kelezatan kulinernya, tak jarang banyak para pelancong dari luar Banda Neira, sering datang hanya untuk menyantap makanan di sini.

Foto : Embong Salampessi