Balado, Bumbu Pedas Membakar dari Ranah Minang

Warnanya merah, rasanya keras, pedas membakar indra pengecap. Tapi kalau sudah ada kata ‘balado’, bisa dipastikan masakan itu lezat dan walau pedas di lidah.

Kalau sedang berada di Sumatera Barat atau sedang bersantap di rumah makan Padang, kamu pasti akan menemukan aneka lauk pauk yang dimasak dengan bumbu balado. Yang disebut balado adalah bumbu khas Minang yang terdiri dari cabai dan aneka rempah. Warna bumbu ini merah membara dan biasanya memiliki cita rasa keras, pedas membakar.

Uniknya, bumbu pedas ini bisa dimanfaatkan menjadi aneka jenis masakan, mulai dari dendeng balado, telur balado, jengkol balado, ayam balado, teri balado, hingga keripik balado. Yang pasti, kalau sudah ada kata ‘balado’ dipastikan masakan itu lezat dan juga pedas di lidah.

Kata balado sendiri berasal dari bahasa Minang yang padanannya di dalam bahasa Indonesia adalah "berlada". Lado dalam bahasa Minang artinya cabai atau lombok. Sehingga balado berarti makanan yang telah diberi cabai.


Bukan Dicocol
Berbeda dengan sajian di daerah lain yang menjadikan sambal sebagai bumbu cocol sebagai teman bersantap, orang Minang lebih suka memasak sambalnya bersama dengan lauk hingga meresap dan menyatu dengan lauk.

Teknik memasak yang digunakan orang Minang untuk membuat sajian balado biasanya dimulai dengan menumis bumbu halus yang terdiri dari cabai, dan aneka bumbu dapur di atas wajan yang berisi minyak panas.

Setelah mengeluarkan wangi harum, barulah dimasukkan aneka lauk seperti ayam, udang, telur, teri, atau pun sayuran seperti pete dan terong ke atas wajan. Setelah diaduk dan dibiarkan sejenak hingga bumbu meresap, masakan pun siap disajikan hangat-hangat.


Perlu Racikan yang Pas
Untuk membuat bumbu balado, sebetulnya susah-susah gampang. Sebab, jika komposisinya tidak sempurna, rasa yang dihasilkan bisa jadi tak pas di lidah. Nah, biasanya, pemilik dan juru masak di rumah makan padang punya racikan bumbunya masing-masing. Ada yang membuat bumbu balado berwarna merah menyala tapi dengan rasa yang tak begitu pedas, ada pula yang membuat bumbunya berwarna lebih ‘kalem’ tapi ternyata rasanya begitu membara.

Kalau ingin bumbu balado yang merah menyala namun rasanya tak terlalu pedas, bisa menambahkan tomat ke dalam adonan bumbu. Sebaliknya, jika ingin balado yang pedas menggigit, bisa menambahkan banyak cabai rawit dan cabai merah ke dalamnya.

Selebihnya, bumbu dapur yang digunakan bisa disesuaikan menurut selera. Umumnya, selain cabai dan tomat, kamu bisa menambahkan bawang putih dan bawang merah untuk memperkuat rasa. Kamu juga bisa menambahkan daun jeruk, daun salam, dan serai untuk menambah aroma. Selebihnya, kamu bisa bebas berkreasi. Misalnya dengan memasukkan terasi, lengkuas, juga lada.

Oh iya, kita bisa sekaligus membuat banyak bumbu dasar balado, lho. Jika tak habis dimasak, bumbu balado bisa disimpan di dalam kulkas untuk dimasak di lain waktu.