Mendaki Bukit Tapan, Surga Flora Fauna Unik Jambi

Pengalaman tak terlupakan, menyusuri lereng, lembah dan jurang di Dataran Tinggi Kerinci. Diiringi suara binatang, menuju puncak bukit Tapan yang menghamparkan pemandangan elok.

Pencinta petualangan dan gunung tak akan pernah bosan menjelajahi Jambi. Salah satunya adalah Cagar Alam Bukit Tapan. Bukit ini menjadi habitat sebagian besar pinus merkusii strain Kerinci, berada di Kabupaten Kerinci di dekat perbatasan dengan Sumatera Barat. Bukit ini termasuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang luasnya 65.000 hektar.

Bukit Tapan berada di punggung gugusan Pegunungan Bukit Barisan yang memiliki bukit dan lereng curam, pada ketinggian 600-1.600 meter di atas permukaan laut. Untuk menuju Bukit Tapan, ada tiga jalur yang dapat dilalui dengan kendaraan, salah satunya adalah melalui Sungai Penuh dan Kerinci dengan melewati lereng gunung berliku, melalui hutan di Taman Nasional Kerinci Seblat dengan lama perjalanan sekitar 2 jam untuk menempuh 25 kilometer.


Habitat Hewan Langka
Perjalanan dari Kota Sungai Penuh menuju Tapan di Pesisir Selatan, merupakan perjalanan yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, membelah kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Sepanjang jalan kita disuguhi keindahan hutan rimba beserta isinya, yang tergolong jarang terjamah tangan manusia.

Jika beruntung, di perjalanan Sobat Pesona bisa ‘bertemu’ hewan-hewan maupun spesies burung yang sangat jarang dipelihara. Jalur ini merupakan jalur favorit para pengamat burung karena kawasan ini menjadi habitat utama bagi sejumlah burung endemik.

Saat mendaki bukit Tapan, dari saat melalui Pegunungan Bukit Barisan, hingga di areal perbatasan TNKS, Sobat Pesona akan disuguhi pemandangan lembah-lembah Dataran Tinggi Kerinci. Dari atas ketinggian, terlihat indahnya panorama hamparan hijau persawahan yang terbentang. Jika Sobat Pesona melalui jalur ini di waktu malam, akan tersaji pemandangan lampu-lampu rumah yang indah dan beberapa penampakan hewan noktural yang aktif pada malam hari.

Memasuki kawasan TNKS, terlihat pemandangan indah panorama Bukit Tapan yang seakan menyapa Sobat Pesona. Sesekali tersengar suara monyet dan kera yang muncul bergelantungan di pepohonan. Tak hanya itu, terkadang terlihat pula penampakan babi hutan melintasi jalan. Oleh masyarakat Kerinci, hewan jenis babi ini dinamakan Jukut Lango. Jika beruntung, di tebing-tebing berbatu kita bisa bersua dengan kambing hutan. Hewan yang telah sangat langka ini, masih tersisa disini lho.

Begitupun hewan buasnya. Beberapa orang mengaku pernah bersua dengan Harimau Sumatera di kawasan ini. Beberapa spesies lainnya, seperti macan kumbang ataupun harimau dahan, juga diakui pernah dijumpai di sini.


Puncak Tapan
Sesampainya di Tapan, Sobat Pesona akan menemui pertigaan, satu menuju Propinsi Bengkulu, satunya lagi menuju Kota Padang. Jalur yang memastikan terjaminnya pasokan ikan laut dan kelapa bagi warga Alam Kerinci, serta jalur suplai beras dan sayuran bagi masyarakat Pesisir Selatan dan Bengkulu.

Meski secara fisik, infrastruktur ini sangat butuh perbaikan, namun para pelintas batas tetap setia melaluinya. Dengan kendaraan roda dua, jalur sepanjang 65 km ini masih bisa dilewati dalam waktu 2 jam. Walau harus melalui lubang-lubang jalan di sisi kiri atau kanan dan pemandangan tebing-tebing terjal serta jurang-jurang yang dalam, namun keindahan alamnya seolah menghapus semua kepenatan dan rasa ketakutan.

Kita bisa mendengar suara Owa Siamang, yang biasanya memulai nyanyian mereka sekitar jam 8:00 pagi. Karena berada di ketinggian 1000m-1400m, biasanya udara malam dan pagi hari akan terasa dingin. Sebelum kembali ke Sungai Penuh, Sobat Pesona bisa menikmati makanan terakhir di kantin di puncak gunung, sambil menikmati pemandangan lembah.

 


Menuju Bukit Tapan
Jika Sobat Pesona berasal dari luar pulau Sumatera, bisa menggunakan pesawat ataupun menyebrang melalui Lampung dan berkendara ke kota Jambi. Perjalanan dari Jambi ke Sungai Penuh memakan waktu sekitar sembilan jam dengan medan yang tidak terlalu berliku.

Foto : Hendi Fresco