Yuk, Weekend Getaway ke Kebun Raya Bogor

Tak hanya ke mall, akhir pekan bernuansa beda bisa dilakukan dengan melancong ke Kebun Raya Bogor. Wisata alam ini menyuguhkan udara sejuk dari berbagai pepohonan dari kebun yang sudah ada sejak abad ke 19 itu.

Berjarak sekitar 58 kilometer dari pusat Jakarta, Kebun Raya Bogor (KRB) bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat melalui akses Tol Jagorawi. Sobat Pesona juga bisa memanfaatkan Commuter Line jurusan Bogor untuk menuju KRB.

Perjalanan dari pusat Jakarta menuju Stasiun Bogor menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam. Selanjutnya dari stasiun kita bisa memilih berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum maupun angkutan online. Jarak Kebun Raya dari stasiun tidaklah jauh, hanya sekitar 500 meter.

Tiket masuk Kebun Raya Bogor sangat terjangkau, hanya sebesar Rp15.000 per orang dan Rp25.000 khusus wisatawan asing. Jika akan berkeliling menggunakan kendaraan roda empat akan dikenakan tarif Rp30.000, dan tarif parkir sepeda motor dikenakan Rp5.000. Kita juga bisa memanfaatkan jasa sepeda keliling dengan tarif Rp5.000 per orang.

Kebun Raya Bogor sendiri luasnya mencapai 87 hektar, dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Salah satu daya tarik utama Kebun Raya Bogor adalah bunga bangkai (Amorphophalus titanum), dan pohon kelapa sawit tertua di  Asia Tenggara yang masih hidup sampai sekarang.

Lantas spot apa sajakah yang menarik untuk dijelajahi di kebun besar tersebut?

Pertama, monumen Lady Raffles adalah spot menarik pertama yang akan kita temukan saat memasuki KRB lewat pintu utama. Menariknya, di dalam monumen tersebut terdapat sebuah prasasti yang berisi puisi cinta yang ditulis oleh seorang penjelajah asal Inggris.

Selanjutnya, ada Danau Gunting yang dapat dengan mudah diakses dari gerbang pintu utama KRB. Ada pula Museum Zoologi yang memamerkan 2.000 jenis satwa yang diawetkan. Selain fosil binatang, di museum ini juga terdapat diorama-diorama dengan binatang sebagai figur utamanya.

Nuansa berbeda juga bisa kita temui di dalam KRB, yakni Pemakaman Belanda Kuno. Di sana, terletak beberapa makam tokoh yang berjasa terhadap perkembangan Kebun Raya Bogor. Salah satu makam yang ada di kompleks pemakanan ini adalah makam Heinrich Kuhl dan J.C. Van Hasselt.

Berjalan-jalan di KRB, kita juga bisa memasuki Taman Meksiko di mana terdapat patung tiga musisi yang mengenakan pakaian tradisional Meksiko. Sayangnya, di Taman Meksiko suasananya lebih gersang dibanding lokasi lain yang lebih teduh.

Taman lain yang bisa dijelajahi adalah Taman Astrid dan Kafe Dedaunan. Taman luas ini berada persis di belakang pintu IV, alias pintu khusus pejalan kaki. Di sekitarnya, terdapat Kafe Dedaunan yang menjadi satu-satunya kafe di Kebun Raya Bogor.

Selain itu, ada juga Taman dan Tugu Teijsman. Nama taman ini diambil dari seorang ahli botani asal Belanda yang ditugaskan mengelola Kebun Raya Bogor oleh Gubernur Jenderal Belanda, Van Den Bosch pada tahun 1830.

Spot yang juga menarik dikunjungi adalah Laboratorium Treub. Laboratorium ini merupakan tempat penelitian yang dibangun oleh Belanda. Di laboratorium inilah penelitian fitokimia (zat kimia yang berasal dari tumbuhan) di Indonesia pertama kali dilakukan.

Terakhir, ada Taman Sujana Kassan dan tak ketinggalan Griya Anggrek.  Ada sekitar 500 spesies anggrek yang terdapat di Griya Anggrek. Itulah berbagai spot menarik dan instagramable yang dapat ditemui di Kebun Raya Bogor. Jangan ragu ber-ekowisata di alam Kebun Raya Bogor yang segar, ya!