Pantai Falajawa, Batobo Tak Boleh Lewat Maghrib

Berenang di pantai indah kota Ternate ini punya aturan istimewa, tak boleh lewat Maghrib. Semua mesti ‘mendarat’ begitu matahari terbenam atau adzan berkumandang.

Sebagai negara kepulauan, ratusan kota di tanah air memiliki pantai. Namun tidak banyak yang pantai kotanya bisa dijadikan tempat berekreasi, berenang di pagi maupun sore hari. Biasanya karena pantainya kotor karena sampah, polusi atau menjadi jalur lalu lalang motor laut serta kapal. Salah satu yang beruntung adalah warga Ternate. Kota di Maluku Utara ini memiliki pantai Falajawa, di dekat area pelabuhan, namun masih sangat cantik dan bersih untuk berenang.


Berenang Sebelum Sunset
Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIT, ketika kami memarkir motor matik di seberang Masjid Muhajirin Falajawa Kota Ternate. Niatnya, mau berenang di pantai yang tidak jauh dari landmark Kota Ternate tersebut, Mencoba merasakan sensasi berenang di antara speed boat yang sedang membuang sauh, serta aneka jenis ikan yang berseliweran.

Beberapa tahun lalu pantai ini belum menjadi tempat batobo, bahasa Ternate yang artinya berenang. Pantai Falajawa cuma jadi tempat menikmati senja sambil menyeruput kopi. Airnya yang bersih, memungkinkan kita mengabadikan ikan lalu lalang di bibir pantai, yang langsung berbatasan dengan talud pantai. Jadi tidak ada hamparan pasir putih di Pantai Falajawa ini.

"Baru dua tahun, pantai ini jadi tempat buat batobo. Setelah dibikin anak tangga di situ," ujar Rahma, warga Kampung Falajawa, yang menyewakan bekas ban dalam mobil sebagai pelampung, di pantai tersebut.

Meski sudah jadi tempat rekreasi, namun pantai yang selalu ramai dengan pengunjung untuk menikmati senja sambil ngopi, teh ditemani jagung rebus ini, hanya jadi tempat batobo di hari Sabtu atau Minggu. "Orang batobo di sini cuma hari Sabtu dan Minggu. Tapi paling ramai di hari Minggu. Karena semua sekolah dan kantor libur," tuturnya.

Tapi berenang di Pantai Falajawa hanya bisa sampai pukul 18.00 WIT. Tidak boleh lewat dari waktu sholat Magrib. Jika tarhim di masjid sudah diperdengarkan, warga yang masih berenang langsung disuruh naik. "Ada polisi yang akan datang untuk mengingatkan orang yang masih batobo untuk segera naik," ujar Kalsum Albugis, seorang pedagang kerupuk gula di dekat anak tangga Pantai Falajawa.

Benar saja, ketika waktu menunjukkan pukul 17.45 WIT, ada dua petugas polisi berjalan sembari memberi pengumuman menggunakan pengeras suara, agar warga yang masih berenang segera naik, karena sudah menjelang waktu sholat Magrib.

Pengalaman menikmati indahnya Pantai Falajawa pun beralih ke daratan, menikmati senja yang manis, ditemani secangkir teh manis.

Foto : Embong Salampesi