Menikmati Surga Terpencil Berpasir Pink di Tanah Lombok

Siapa bilang pantai berpasir pink hanya ada di Pulau Komodo? Di Lombok juga ada pantai dengan hamparan pasir berwarna merah muda nan lembut, namanya Pantai Tangsi atau yang lebih dikenal dengan Pantai Pink.

Mendarat di Pantai Pink, seperti mendarat di pulau dan pantai rahasia, surga antah berantah. Semua lelah dan letih selama perjalanan akan dibayar lunas dengan indahnya panorama pantai terpencil itu. Hamparan pasir pinknya berpadu serasi dengan birunya laut. Karena pantai ini berada di teluk, maka tak ada ombak besar yang memecah pantai. Arusnya cenderung tenang dan aman bagi wisatawan yang ingin bermain air.

Kawasan ini cukup terpencil, pantainya masih perawan dengan keindahan memikat, Pantai Tangsi atau populer dengan sebutan Pantai Pink. Pantai di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur ini memadukan perairan bening dengan pantai berpasir pink. Pasir pinknya benar-benar nyata berwarna merah jambu. Namun ini baru bisa terlihat kalau kita berkunjung di waktu pagi, sebelum pukul 9.00. Saat itu, matahari pagi yang bersinar dan air laut yang menyapu hamparan pasir akan membuatnya terlihat berwarna merah muda lembut.

Menurut warga setempat, warna pink yang dimiliki pasir ini sejatinya muncul karena pecahan terumbu karang merah yang terkikis. Pecahan karang itu akhirnya bercampur dengan pasir putih lembut sehingga menciptakan warna yang unik. Menikmati keindahan ini, merupakan sebuah petualangan tersendiri.


Jalur Menantang
Akses menuju Pantai Pink terhitung cukup sulit dan berat. Lokasinya cukup jauh dari Mataram, sekitar 60 km atau 2-3 jam perjalanan darat. Jalanannya tak diaspal dan dipenuhi bebatuan besar sehingga menyulitkan pengendara, terutama yang mengendarai sepeda motor.

Lalu karena wilayah ini masih perawan, sulit menemukan pemukiman penduduk. Sepanjang jalan, kita harus membelah hutan dan menyusuri jalan setapak berbatu. Di sekitar pun banyak monyet liar yang berkeliaran, jadi hati-hati dengan barang bawaanmu.

Meski begitu, pemandangan yang bisa kita lihat sungguh indah. Di sana, hutannya rimbun dan dipenuhi bunga-bungaan mungil yang cantik, burung-burung dan tupai pun berkeliaran tanpa malu-malu. -Selain itu, terdengar bunyi-bunyian serangga yang bersahut-sahutan dengan serunya.

Tapi kalau Sobat Pesona ingin perjalanan yang lebih nyaman, bisa melalui jalur laut dengan menggunakan perahu dari Pelabuhan Tanjung Luar, Lombok Timur. Perjalanan dengan perahu pun lebih cepat, hanya memakan waktu sekitar satu jam. Namun biaya sewanya cukup mahal, yaitu 500 ribu-650 ribu per hari.

Nilai plusnya, selama perjalanan kita bisa menikmati indahnya pantai-pantai tersembunyi dan aneka tebing karang yang ada di pesisir Lombok Timur. Kita juga bisa meminta untuk singgah sejenak di beberapa pantai indah di sana.


Pulau dan Pantai Rahasia
Pantai ini sangat damai dan sepi, apalagi diluar hari libur. Bisa jadi Sobat Pesona hanya seorang diri di sana. Karena masih perawan, fasilitas penunjang seperti toilet umum dan warung penjual makanan atau minuman pun belum ada di pantai ini. Makanya, sebaiknya kamu membawa bekal sendiri agar tak kelaparan dan kehausan.

Tapi sudah ada sebuah gazebo yang dibuat warga. Selain itu, kamu bisa melihat aktivitas segelintir nelayan yang kadang terlihat menyandarkan kapalnya sehabis melaut. Atau snorkeling di pantai ini untuk melihat aneka biota laut di bawah permukaannya. Kita juga bisa menyewa perahu nelayan untuk melihat-lihat gugusan pulau yang ada di setiap sisi lautan di Pantai Pink. Ada Gili Pasir, pulau mini yang muncul hanya ketika air sedang surut, lalu Gili Petelu yang cantik.

Selain itu, kamu bisa minta pemilik kapal untuk mengantarkanmu ke Pantai Sebui, pantai rahasia yang masih jarang diketahui orang. Di sana, pasirnya jauh lebih pink dan airnya jauh lebih tenang. Di sana, kamu akan merasa bak berada di pantai pribadi karena pantai itu tak berpenghuni.