Hal Seru yang Bisa Kita Lakukan di Pulau Pari

Keindahan pantainya dengan pasir yang berwarna putih dan hembusan angin sepoi-sepoi, memberikan kenikmatan tersendiri bagi setiap orang yang mengunjunginya. Banyak pesona alam yang bisa kita jelajahi di Pulau Pari.

Dulu, hampir tak ada kapal penumpang yang sudi singgah di Pulau Pari. Namun kini, hampir dua kali sehari kapal penumpang hilir mudik dari dan menuju Pulau Pari. Pemberangkatan kapal paling awal berada di Dermaga Muara Angke pukul 7 pagi. Jika ingin lebih cepat, bisa berangkat dari Dermaga Marina Ancol.

Selain berenang dan berjemur di pantai, kegiatan utama yang bisa dilakukan di Pulau Pari adalah bersepeda dan trekking ke pantai yang lain. Untuk melihat cantiknya Matahari yang terbit, kita bisa menikmatinya dengan bersepeda ke Bukit Matahari. Sedangkan untuk melihat romantisnya suasana Matahari tenggelam, tinggal mengejar senja ke dermaga LIPI.

Pulau yang bentuknya seperti ikan pari ini merupakan salah satu pusat penelitian oseanografi. Letaknya berada di sebelah Barat pulau. Jika homestay sedang padat, penginapan LIPI pun terkadang digunakan untuk menampung wisatawan yang datang. Tapi ingat, sangat disarankan jika tiap pengunjung Pulau Pari melakukan reservasi penginapan lebih dulu, sebab homestay di pulau ini jumlahya terbatas.

Serunya lagi, pantai-pantai Pulau Pari yang dikelilingi hutan bakau sebagai pertahanan pantai dan dapat dijelajahi dengan menaiki sampan yang tersedia di tepian pantai. Kita akan dimanjakan pesona karang bawah laut Pulau pari. Spot snorkeling di sini juga tidak terlalu dalam. Jika bisa freediving, alias selam bebas, wisatawan bisa mengeksplorasi keindahan bawah laut Pulau Pari. Wilayah perairan di sekitar Pulau Pari juga menjadi tempat menyelam bagi mereka yang berlisensi resmi.

Sebelum datang ke Pulau Pari, pastikan kita datang pada musim yang tepat. Pasalnya, saat musim hujan dan arus dalam, kita tidak akan bisa berlama-lama menikmati pesona bawah laut Pulau Pari. Belum lagi kemungkinan ombak yang menggila bisa membatalkan keberangkatan kapal.

Menariknya lagi, di salah satu pantai Pulau Pari, kita bisa dengan mudah menemukan bintang-bintang laut di pesisir. Cukup nikmati dengan indera penglihatan dan jangan pindahkan mereka, apalagi dibawa pulang. Jika ingin diangkat, jangan biarkan mereka meronta terlalu lama tanpa air. Kembalikan mereka di tempat asalnya.

 

Konservasi di Pulau Pari
Atas kepedulian masyarakatnya terhadap konservasi, wisatawan yang datang ke Pulau Pari diwajibkan untuk melakukan reklamasi. Biasanya pada hari terakhir, para pemandu yang juga warga Pulau Pari sudah menyiapkan bibit pohon bakau untuk ditanam.

Meskipun pantai Pulau Pari sangat landai dan memanjang hingga 50 m ke tebing laut, ancaman abrasi tetap ada. Buktinya, lambat laut dermaga LIPI terkikis ombak dan rapuh. Itulah kenapa penduduk pulau mengajak semua yang datang ke situ untuk peduli menjaga ekosistem Pulau Pari, sehingga akan terus menjadi destinasi wisata yang menawan.

Soal perut, jangan takut kelaparan. Banyak sekali makanan dan minuman yang dijual, mulai dari gelaran kaki lima, warung-warung sembako, hingga warung-warung makan yang menyediakan makanan rumahan maupun seafood khas pulau, yang bisa dinikmati panas-panas sambil barbeque di tepi pantai.