Melihat Komodo Berebut Jodoh dan Sarang di Pulau Rinca

Tidak sah rasanya jika berwisata ke Pulau Rinca tanpa menyaksikan sendiri bagaimana bentuk sarang komodo. Hal ini sudah membuat banyak wisatawan jadi penasaran.

Sebagai tempat peraduan, reptil raksasa ini memiliki tiga model sarang, yaitu tipe gundukan, sarang bukit, dan sarang tanah. Sarang yang dilewati oleh para pelancong di Pulau Rinca kebanyakan berupa sarang tanah.

Ada beberapa lubang yang kedalamannya bisa mencapai 2 hingga 3 m. Di situlah komodo betina menaruh telur mereka. Komodo biasanya bertelur pada awal musim penghujan. Beberapa bulan sebelumnya para pejantan komodo akan bergulat satu sama lain untuk merebutkan komodo betina.

Musim kawin komodo terjadi sekitar bulan Juli-Agustus. Sebulan setelah itu, komodo betina akan meletakkan telurnya. Seekor komodo betina dapat menghasilkan telur sampai lebih dari 30 butir dalam satu musim kawin.

Namun tak banyak yang tahu jika komodo tidak dapat membuat sarangnya sendiri. Sarang yang digunakan oleh komodo merupakan sarang bekas yang sebelumnya milik burung gosong. Burung tersebut sejenis dengan burung maleo. Burung gosong membuat sarang dengan menggali tanah berbentuk lubang yang memiliki kedalaman satu meter. Di situlah burung gosong menaruh telur-telurnya.

 

Rebutan Sarang
Namun, tidak cuma komodo jantan yang harus bertarung untuk merebutkan jodoh mereka. Dalam proses mendapatkan sarang itu, komodo betina juga harus bertarung habis-habisan dengan komodo betina lainnya.

Komodo betina yang menang akan mendapatkan sarang. Sedangkan yang kalah akan mencari ke tempat lain dan bertarung lagi jika ada betina lainnya yang ingin tinggal di tempat yang sama. Barulah setelah mendapatkan sarang komodo betina dapat menaruh telurnya di sana.

Sebelum telurnya dikeluarkan, komodo betina akan menggali lagi sarang tersebut. Namun bentuk galiannya adalah mendatar ke samping sepanjang satu meter. Maka bentuk sarang tersebut menyerupai huruf ‘L’ dengan satu meter ke dalam dan satu meter lagi ke arah samping. Setelah menaruh telurnya, maka komodo betina akan menutup sarangnya.

Sarang yang ditutup hanyalah sarang yang satu meter ke bawah. Sedangkan yang satu meter mendatar akan berbentuk rongga. Tujuannya, supaya anak komodo yang menetas akan dapat keluar dengan sendirinya.

Setelah sarang selesai ditutup, komodo betina akan membuat beberapa lubang baru di sekitar sarang yang asli. Lubang-lubang tersebut dibuat sebagai kamuflase atau pengecoh bagi pemangsa maupun komodo lain yang ingin menyantap telur-telur tersebut.

Komodo betina menjaga sarang tersebut selama tiga bulan penuh untuk menunggu musim hujan datang. Karena jika hujan turun, lubang-lubang tersebut baru akan tertutup, baik karena tertutup air hujan, maupun tertutup tanah serta dedaunan. Jika sudah tertutup sempurna, komodo betina akan meninggalkan sarang itu.

Setelah telur-telur tersebut ditinggalkan, ia akan kembali sembilan bulan kemudian saat telur-telurnya akan menetas. Komodo kecil yang kemudian berhasil menetas akan langsung berjalan dan naik ke atas pohon. Itulah cara mereka mempertahankan diri. Selama di atas pohon mereka akan memangsa serangga atau ular.