Bertemu Komodo Langsung di Pulau Rinca

Menjelajahi daratan yang dipenuhi dengan komodo merupakan sebuah tantangan yang sangat menarik. Berkunjung ke Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah pilihan yang paling tepat.

Pulau Rinca, atau yang biasa disebut dengan Loh Buaya merupakan salah satu habitat komodo yang ada di Taman Nasional Komodo. Hewan purba itu juga bisa ditemui di Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Saat menjejakkan kaki di Pulau Rinca, kita akan disambut dengan tulisan kayu yang bertuliskan “Selamat Datang di Loh Buaya”, yang membuat hati bergetar karena tak sabar melihat aneka komodo yang ada di sana. Beberapa ekor komodo akan menyambut kedatangan kita hanya beberapa meter dari pintu gerbang. Tantangan menuju sarang komodo pun dimulai.

Kita akan didampingi beberapa jagawana atau pawang yang bertugas memandu dan melindungi kita selama berwisata di Pulau Rinca. Patuhilah segala peraturan dan dengarkan semua informasi yang disampaikan pemandu. Disiplin adalah hal yang sangat penting, mengingat komodo adalah hewan yang hidup di alam liar dan berbahaya.

Ukuran komodo di pulau yang berjarak dua jam dari Labuan Bajo ini memang lebih kecil dibandingkan yang terdapat di Pulau Komodo. Namun si reptil purba di Pulau Rinca justru terkenal lebih gesit dan agresif.

Sebelum mencapai ukuran maksimal, seekor komodo bahkan mampu memanjat pohon. Perilaku ini merupakan insting untuk menghindari ancaman dari komodo yang lebih besar.

Komodo terlihat berjalan pelan, gerak-geriknya pun santai. Tapi jangan salah, komodo mampu berlari dengan kecepatan 20 km per jam, mampu memanjat, bisa berenang, bahkan menyelam hingga kedalaman 4,5 meter.

Kemampuan indera penciumannya pun tidak bisa dianggap sepele. Komodo mampu mencium bau dengan radius 5 km dari tempat ia berdiri.

Seperti ular, komodo tidak makan setiap hari. Rata-rata ia hanya makan sekali dalam sebulan. Tapi sekali makan, seekor komodo bisa melahap seekor kambing atau rusa, kemudian mencernanya pelan-pelan sampai tiba waktu makan berikutnya.

Biasanya, ketika mengincar mangsa yang besar, kadal purba ini mengigit korbannya terlebih dahulu. Setelah digigit, air liur yang mengandung banyak bakteri itu pelan-pelan akan membunuh si mangsa. Setelah mangsanya tewas, barulah komodo siap memakan bangkai tersebut.

Air liur komodo mengandung lebih dari 60 jenis bakteri. Paling tidak, salah satu di antaranya dapat menyebabkan keracunan pada darah. Mangsa yang digigit dapat mati dalam waktu sehari sampai beberapa minggu akibat keracunan dalam darahnya.

Jenis kelamin komodo dapat dilihat dari ukurannya. Jika komodo jantan maka komodo tersebut memiliki badan dan kepala yang besar serta ekor yang panjang. Jika komodo itu betina maka memiliki badan yang kecil, kepala yang kecil dengan sedikit meruncing. Ekornya juga lebih pendek.

Dari sekian ribu populasi komodo di Pulau Rinca, ada tiga ekor komodo yang sangat terkenal, namanya Jessica, Berto, dan Kolor Ijo.

Jessica adalah salah satu komodo betina yang paling memesona bagi komodo-komodo jantan yang ada di Pulau Rinca. Yang membuat komodo ini spesial adalah ia selalu bertelur di tempat yang sama. Kapanpun dia harus bertelur, maka dia akan bertelur di tempat tersebut.

Berto dikenal sebagai komodo tipe petarung yang paling kuat. Bisa dibilang, dia adalah hercules versi komodo, atau juga bisa disamakan seperti Achilles sang petarung yang ada pada mitologi Yunani. Berto sering sekali bertarung dan selalu menjaga dengan baik wilayah kekuasaannya.

Kolor Ijo, entah kenapa ia diberi nama seperti itu. Ia hobi menyendiri. Selain tidak pernah bergabung dengan kelompok, salah satu hal yang membuat Kolor Ijo ini terkenal adalah hobinya menyerang manusia. Dalam satu tahun Kolor Ijo rata-rata dua kali menyerang manusia.

Tapi tenang saja, kasus gigitan komodo yang terjadi di Pulau Rinca tidak pernah menyerang wisatawan. Umumnya yang menjadi korban gigitan Komodo adalah jagawana, polisi hutan, atau warga lokal yang ada di sana.

Itulah mengapa, bagi Sobat Pesona yang berniat mengunjungi Pulau Rinca, patuhilah segala peraturan dan dengarkan semua informasi yang disampaikan oleh pawang dan petugas di sana.