Ya’ahowu. Yuk, Belajar Bahasa Nias

Saling sapa kepada sesama adalah hal yang dirasa lumrah. Kata sapaan itu seperti menanyakan kabar atau hanya sekedar berkata halo. Namun, kita tak akan mendengar kata tersebut di Pulau Nias. Karena orang Nias lebih sering menggunakan, Ya’ahowu.

Ketika Sobat Pesona sedang berlibur ke Pulau Nias, Sumatera Utara, maka kita akan sering mendengar masyarakat lokal yang melontarkan kata Ya’ahowu kepada siapapun orang yang bertatap muka dengannya. Jangan kaget karena memang begitulah sapaan di Nias.

Ya’ahowu adalah salam dalam bahasa Nias. Kata Ya'ahowu selalu digunakan untuk mengawali dan mengakhiri suatu pembicaraan, baik di acara formal maupun non formal. Kata Ya'ahowu merupakan kata sapaan khas bagi masyakat Nias, yang selalu mengakrabkan antara satu dengan yang lain. Di manapun masyarakat Nias berada, kata Ya'ahowu selalu melekat pada pribadi mereka. Hal ini merupakan ciri dari masyarakat Nias.

Masyarakat Nias meyakini bahwa kata Ya'ahowu mengandung arti yang baik. Ya'ahowu sendiri berarti terberkati atau diberkati. Ya’ahowu sebenarnya terdiri dari 3 kata yang sudah dipadukan, sehingga mendapat bentuk kata baru dan mempunyai arti tersendiri pula. Ketiga kata itu ialah Howu, A, dan Ya.

Howu dalam bahasa daerah Nias berarti bagian yang lembut, segar dan sedang tumbuh. Ini juga diartikan untuk menyebutkan berkembangnya suatu tanaman. Sebagai contoh, howu lewuö yang berarti rebung, howu gae yang artinya bagian tengah batang pisang yang lembut, berwarna putih, segar dan sedang bertumbuh, howu nohi berarti bagian dalam pada puncak pohon kelapa yang berwarna putih, lembut, enak dimakan dan sedang bertumbuh.

Vokal ‘a’ pada kata ahowu adalah awalan yang berfungsi menyatakan sifat dari kata yang diawalinya. Jadi bila howu duduk sebagai kata benda, maka ahowu duduk sebagai kata sifat. Sehingga ahowu artinya mempunyai sifat seperti howu.

Terakhir, kata ‘ya’ adalah awalan yang berfungsi menyatakan bentuk optatif pada kata ahowu.

Apa itu bentuk optatif? Kata optatif berasal dari bahasa Latin yaitu optare yang artinya mengingini. Optatif dapat diterjemahkan sebagai moga-moga atau sudi kiranya.

Bentuk optatif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tidak ditemukan, tetapi bentuk optatif ini dapat ditemukan pada bentuk kata kerja dalam bahasa Yunani. Memang dalam bahasa Yunani bentuk optatif hanya dipakai pada kata kerja, tetapi dalam bahasa daerah Nias, selain pada kata kerja dipakai pula pada kata sifat.

Contoh: “ya’i’a ia mao” yang artinya semoga kucing memakannya. Untuk kata sifat “Ya’atulö ndra’ugö mane marafadi” artinya semoga Anda tulus seperti merpati.

Jadi Dengan kata lain Ya’ahowu menampilkan sikap perhatian, tanggung jawab, rasa hormat, dan pengetahuan. Jika seseorang bersikap demikian, berarti orang tersebut memperhatikan perkembangan dan kebahagiaan orang lain, tanggap dan bertanggung jawab akan kebutuhan orang lain.

Dengan sapaan itu masyarakat Suku Nias juga bermaksud menghormati sesama manusia sebagaimana adanya. Jadi makna yang terkandung dalam “Ya’ahowu” tidak lain adalah persaudaraan  yang sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk pengembangan hidup bersama.