4 Jalur Menuju Puncak Gunung Bromo

Butuh pejuangan untuk bisa menikmati sunrise dan sunset yang indah dari Gunung Bromo.

Gunung Bromo merupakan objek wisata utama yang dimiliki Jawa Timur. Letak Bromo berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bentuk Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera, atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi di kakinya.

Sebagai gunung api aktif, Bromo berbahaya sekaligus cantik dengan kawah berdiameter sekitar  800 meter membentang dari utara ke selatan, dan sekitar 600 meter dari timur-ke barat. Walau begitu, Gunung Bromo pun selalu menjadi objek wisata yang dikunjungi para wisatawan yang ingin menikmati indahnya sunset dan sunrise. Namun, untuk bisa menikmati keindahan alamnya, juga butuh perjuangan. Setidaknya ada 4 jalur yang bisa kita pakai untuk menuju ke Gunung Bromo.

Jalur yang pertama bisa melalui pintu barat dari arah Pasuruan. Masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat objek wisata (lautan pasir) terbilang berat. Namun, medan yang harus kita lewati tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa. Ini karena jalurnya berupa turunan dari tanjakan curam. Untuk menuju lautan pasir, kita mesti menyewa mobil jip yang disediakan oleh pengelola wisata. Atau, kalau waktu panjang dan tubuh fit, jalan kaki hingga ke lautan pasir.

Bisa juga melalui pintu utara, dari arah sebelum masuk Probolinggo. Lewat daerah Tongas,  menuju desa Cemoro Lawang. Sebelum turun menuju lautan pasir tidaklah terlalu berat, karena turunan dari lerengnya tidak terlalu curam. Bahkan sepeda motor pun dapat melaluinya.

Bisa juga lewat kota Malang, masuk melalui kota Tumpang lalu ke Pronojiwo. Jalur ini sangat indah, melewati cagar alam dengan hutan hijau. Bila lurus ke arah selatan memasuki Ranu Pane (ke arah Gunung Semeru), dan ke arah utara kita akan memasuki lautan pasir Bromo yang berada di punggungan selatan Bromo.

Jalur terakhir, kita mengitari Gunung Bromo melewati lautan pasir selama kurang lebih 3 jam. Jalurnya tidak terlalu curam dan dapat dilalui sepeda motor. Namun jarang dilewati dan tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk. Tetapi dari jalur ini bisa sekaligus menikmati padang rumput sabana dan bunga yang sangat luas di balik Gunung Bromo. Perlu diingat, jangan melalui jalur ini pada malam hari, atau saat cuaca sedang berkabut, ya!