Menengok Persinggahan Burung Migrasi di Kerumutan

Burung pecuk ular Asia (Anhinga melanogaster) terbang dari hutan di sebelah kiri melintasi sungai Kelantan. Musim bertelur burung ini sudah lewat sehingga tidak terlalu banyak terlihat. Biasanya, kedua sisi sungai Kelantan ramai oleh burung burung beterbangan.

Setelah menyusuri alur air yang menyempit di bawah jembatan Teluk Binjai - Teluk Meranti, lanskap mulai berubah. Kayu-kayu berukuran besar di kiri kanan sungai mulai terlihat. Pohon ini seolah olah disusun  teratur sehingga menciptakan pantulan yang indah di permukaan sungai Kelantan, anak sungai Kampar.

Air sungai berwarna coklat kehitaman menjadi gerbang masuk menuju salah satu destinasi seru di Teluk Meranti, kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan. Kerumutan merupakan suaka margasatwa yang berada di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.  Jaraknya satu jam menggunakan boat dari Teluk Meranti, desa untuk melihat gelombang bono.

Kawasan Suaka Margasawatwa Kerumutan ditetapkan sebagai kawasan lindung berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 350/Kpts/II/6/1979. Saat ditunjuk, luasnya sekitar 120.000 hektar. Setelah ditata batas menjadi 92.000 hektar dengan tambahan lahan pengganti sehingga luasan suaka marga satwa menjadi 93.222 ha.

Ekosistem Suaka Margasatwa Kerumutan merupakan hutan hujan dataran rendah dan hutan rawa dengan topografi datar. Secara administrasi kawasan ini berada di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.


Migrasi Burung Asia Selatan
Kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan merupakan tempat singgah dari burung-burung imigran yang berasal dari Asia Selatan. Mereka datang untuk berkembang biak. Sehingga kawasan ini dikenal sebagai kawasan Important Bird Area/ IBA dan Endangered Bird Area/ EBA.  Selain itu, Kerumutan merupakan rumah bagi Harimau Sumatera/ Panthera tigris sumatrae dan juga hewan beruang madu/Helarctos malayanus.

Burung pecuk ular Asia/Anhinga melanogaster  terbang dari hutan sebelah kiri menuju hutan sebelah kanan saat boat melintasi sungai Kelantan. Musim bertelur  burung ini sudah lewat sehingga tidak terlalu banyak terlihat. Biasanya, kiri dan kanan sungai Kelantan akan terlihat ramai oleh burung burung yang beterbangan.

Setelah satu jam menyusuri sungai Kelantan, bagan apung yang berada di kiri kanan sungai mulai terlihat.  Bagan apung ini merupakan tempat menginap dari masyarakat Teluk Meranti yang mencari ikan, Selain memiliki kekayaan berupa lanskap sungai yang sangat menarik serta keragaman fauna, Kerumutan merupakan salah satu tempat ikan sungai di Pelalawan berkumpul.  Ikan-ikan sungai  seperti toman/ Channa micropeltes, baung/ Hemibagrus nemurus, dan lais/ Belodontichthys dinema dapat dipancing di sungai Kelantan, S.M. Kerumutan. Di bagan-bagan apung ini, ikan yang telah dipancing akan diolah menjadi ikan salai. Ikan salai merupakan salah satu oleh-oleh khas dari Teluk Meranti.

Kita bisa menginap di bagan apung jika ingin merasakan suasana malam hari di Kerumutan, sebelum menginap terlebih dahulu persiapkan logistik seperti sembako agar bisa berbagi dengan masyarakat yang tinggal di bagan.  Mereka tidak keberatan untuk berbagi tempat. Jika sungai Kelantan kita selusuri kurang lebih dua jam dari ke arah hulu.  Kita akan sampai di Tasik Petoluan,

Menurut masyarakat Teluk Meranti. Tasik atau danau ini adalah tempat dari burung imigran bertelur dan menetas. Sesuai dengan bahasa lokal dari  petoluan yang artinya tempat bertelur. Menurut Pak Yusuf, salah seorang sesepuh Kampung Teluk Meranti, pada saat musim bertelur, burung-burung banyak yang singgah di Tasik. Saat burung-burung yang ada di Tasik Petoluan terbang, langit di sekitar Tasik akan menjadi gelap tertutupi tubuh mereka. Luar biasa...

Foto : Bayu Amde