Sekolah Laskar Pelangi Jadi Magnet Wisata Favorit di Belitung

Sejak dijadikan sebagai lokasi syuting film Laskar Pelangi, sekolah ini seolah menyimpan sejuta pesona yang sayang untuk dilewatkan. Bahkan, saat duduk di bangku sekolahnya, kita seolah merasakan perjuangan para murid di SD ini untuk meraih mimpi.

Pada mulanya sebelum dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi, Belitung merupakan satu daerah yang terkenal akan Timah dan Ladanya. Namun kini, Belitung memiliki daya tarik tersendiri sejak dijadikan lokasi syuting film Laskar Pelangi, terutama dibidang pariwisatanya.

Sekolah Laskar Pelangi merupakan tempat wisata wajib yang harus dikunjungi ketika hendak ke Pulau Belitung. Sekolah yang bernama asli Sekolah Dasar Muhammadiyah Gantong inilah yang menjadi tempat anak-anak Laskar Pelangi mengukir mimpi.

Meski merupakan bangunan replika, karena bangunan aslinya sudah lama hancur, namun tak membuat wisatawan enggan berkunjung ke tempat ini. Bangunan sekolah terbuat dari kayu dengan seng tua yang disanggah sebatang pohon di sisi sebelah kanannya ini terlihat sangat ikonik sekali.

Butuh satu hingga dua jam perjalanan darat menggunakan mobil untuk sampai di lokasi sekolah Laskar Pelangi ini dari Bandara Has Hanandjoeddin, Kota Tanjung Pandan. Dalam perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan perkampungan masyarakat Belitung dengan ladang lada yang luas dan sangat memanjakan mata.

Untuk masuk ke area sekolah Laskar Pelangi ini kita harus membayar retribusi sebesar Rp5000. Dengan balutan pasir putih yang lembut dan tiang bendera, serta gedung sekolah yang reot, menyambut kedatangan setiap orang yang berkunjung.

Sekolah yang dibangun untuk keperluan syuting Film Laskar Pelangi tersebut, memang terlihat memprihatinkan. Celah bolongan kayu yang rusak dan bentuk kelas yang seadanya, serta cat sekolah yang lusuh, ditambah meja dan kursi yang agak rapuh memang menambah kesan memprihatinkan bangunan tersebut.

Kita pun bisa masuk dan duduk di bangku kelas untuk sekadar berfoto. Di dalamnya juga terdapat papan tulis yang kurang lebih sama dengan bentuk asli di film Laskar Pelangi.

Meski terlihat lusuh dan rapuh, namun hal inilah yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Mereka seolah seperti seorang murid di sekolah tersebut, sehingga bisa sedikit merasakan cerita dan nilai yang telah disampaikan oleh film dan novel Laskar Pelangi, dan bagaimana seorang anak kampung yang mencoba untuk meraih mimpi dengan segala keterbatasan yang ada.

Sangat menarik untuk dikunjungi.