Kentalnya Nuansa Hindu di Candi Cetho

Candi Cetho salah satu wisata menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Karanganyar. Candi yang berada di lereng Gunung Lawu ini memiliki suasana lembab khas pegunungan, dan keindahan alam khas hutan hujan tropis. Ditambah nuansa keagaman Hindu juga sangat terasa kental di sini.

Candi Cetho merupakan salah satu candi di pulau Jawa yang menjadi peninggalan dari Kerajaan Hindu. Bahkan, sampai sekarang di waktu-waktu tertentu umat Hindu masih sering melakukan aktivitas keagamaan di Candi Cetho ini. Makanya, jika berkunjung ke sini kita akan dengan mudah menemukan sesajen bekas ritual keagamaan. Wisatawan yang beruntung pun bisa melihat ritual keagamaan di Candi Cetho saat hari besar agama Hindu tiba.

Candi Cetho sendiri terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Cetho berada di ketinggian 1497 mdpl. Hal ini menjadikan pemandangan di sekitaran Candi Cetho sangat indah dan memesona.

Selama perjalanan menuju Candi Cetho, kita juga akan disuguhkan pemandangan perkebunan teh milik warga setempat. Jika cuaca sedang cerah dan tidak berkabut, kita bisa melihat perkebunan teh hijau yang seolah-olah tidak ada batasnya. Rasa damai juga akan sangat terasa ketika sampai di Candi Cetho ini. Sejuknya hawa pegunungan dan tenangnya suasana di sekitar candi membuat siapapun yang berkunjung merasa sangat damai.

O, iya, ada peraturan yang harus kita patuhi sebelum masuk pelataran Candi Cetho, kita harus melepas alas kaki. Kebersihan kawasan ini memang sangat dijaga. Sebelum memasuki pelataran ini ada dupa yang akan menyambut kita.

Di samping pelataran ada sendang yang cukup dikeramatkan oleh para warga. Terbukti dengan banyaknya sesajen yang berada di tempat ini. Tetapi, kita bisa mengambil airnya dan dibasuh ke seluruh badan, untuk merasakan kesegaran dari sendang, atau mata air yang berada di lereng Gunung Lawu tersebut.

Kita pun bisa merasakan berbagai macam kuliner yang tersedia di samping Candi Cetho, atau lebih tepatnya berada di pintu keluar. Jangan ragu untuk mencicipi sajian kuliner di sini, selain cita rasanya yang enak, makanan di sini juga memiliki harga yang sangat bersahabat dengan wisatawan.

Candi Cetho sendiri dahulu merupakan salah satu saksi bisu dari keindahan dan kemegahan Kerajaan Mataram. Pemugaran Candi pertama kali dilakukan pada tahun 1970, yang mengubah total struktur asli candi meskipun konsep punden berundak masih tetap dipertahankan.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil di Candi Cetho ini, loh! Mulai dari pelajaran tentang kebudayaan, pelajaran tentang menghargai keberadaan berbagai macam agama, termasuk aliran kepercayaan. Karena ketika di kawasan candi diharapkan pengunjung tidak menggangu ibadah atau ritual agama Hindu yang sangat sakral.