Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Wisata Klasik Solo

Kereta api uap Jaladara atau dalam bahasa Jawa disebut dengan Sepur Kluthuk Jaladara, adalah kereta api wisata yang ditarik lokomotif uap C1218. Kereta beroperasi sepanjang Jalan Slamet Riyadi, jalan utama yang membelah Kota Solo.

Ini dia cara menikmati Kota Solo dengan gaya tempo dulu. Menumpang kereta uap Jaladara. Berangkat dari stasiun Purwosari Solo hingga Stasiun Sangkrah, kota Solo, sepanjang kurang lebih 6 km. Tetapi di perjalanan kereta ini dapat berhenti di beberapa titik pemberhentian, yang lamanya disesuaikan dengan penumpang untuk berwisata dan berfoto-foto, menikmati eksotisme kota Solo.

Kereta Jaladara mulai dioperasikan setelah diresmikan pada tanggal 27 september 2009 oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafi’i Djamal bersama Gubernur Jawa Tengah dan Wali kota Solo saat itu, Joko Widodo di Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo.


Paket Batik, Kuliner Sampai Pernikahan
Di sepanjang perlintasannya, Kereta Jaladara akan berhenti di beberapa titik wisata kota Solo. Diantaranya Diamond Convention Center, Solo Grand Mall, Loji Gandrung (Rumah Dinas Wali kota Surakarta), House of Danar Hadi, Museum Radya Pustaka Sriwedari, Perempatan Pasar Pon (Pasar Windujenar – Ngarsopura), Kampung Seniman Kemlayan, Kampung Batik Kauman, Beteng Trade Center / Gladag Langen Bogan, Stasiun Solo Kota, Sangkrah.

Kegiatan, titik pemberhentian, dan lama berhenti tidak mengikat, dapat berkurang maupun bertambah sesuai dengan kondisi perjalanan dan paket wisata yang diambil. Harga paket wisata, ada yang harga perorangan, sekitar Rp150.000,00 per orang. Kita bisa langsung membeli tiketnya on the spot atau paket rombongan.

Selain itu, wisata kereta ini juga memberikan paket menarik, seperti paket batik, paket kuliner, paket pernikahan sampai paket VIP yang tentunya harganya berbeda. Untuk paket khusus ini harus melakukan reservasi maksimal 1 minggu sebelumnya, karena Sepur Kluthuk Jaladara butuh persiapan yang cukup agar bisa melayani penumpang secara optimal.

Kereta ini hanya beroperasi pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu dan/atau hari libur nasional. Pada hari Sabtu operasionalnya pada pukul 16.30 dan Minggu pukul 09.30 WIB dari Stasiun Purwosari. Karena biaya operasional yang sangat tinggi kereta hanya akan dijalankan jika jumlah minimal calon penumpangnya 60 orang untuk setiap pemberangkatan. Jika calon penumpang kurang dari 60, maka perjalanan pada hari itu akan dibatalkan, kecuali jika ada penyewa yang bersedia menanggung biaya operasional kereta untuk sekali jalan.


Kereta Uap Antik
Kereta api uap Jaladara adalah kereta tua buatan Jerman pada tahun 1896 yang oleh Pemerintah Hindia Belanda digunakan sebagai alat transportasi jarak pendek. Nama kereta ini diambil dari nama kereta pusaka yang dihadiahkan para dewa kepada Prabu Kresna untuk membasmi kejahatan.

Kereta uap ini melintasi jalur legendaris yang membelah Surakarta, yakni dari Stasiun Purworasi menuju Stasiun Sangkrah yang berjarak sekitar 5 km menggunakan lokomotifnya bernomor C1218, tergolong lokomotif kecil yang digunakan untuk rute datar. Kecepatannya pun hanya 50 km/jam. Jaladara memiliki 2 gerbong yang dibuat dari kayu jati pilihan dengan kapasitas penumpang 70 orang. Kedua gerbong kayu jati asli tersebut dibuat pada 1920 dengan kode CR 16 dan CR 144.

Biaya operasional kereta ini terhitung mahal, karena menggunakan bahan bakar kayu jati! Selain itu lokomotif ini juga membutuhkan air dalam jumlah banyak untuk menghasilkan uap guna menggerakkan lokomotifnya. Setidaknya butuh 4 meter kubik air dan 5 meter kubik kayu untuk jarak tempuh dari Stasiun Purwosari sampai Stasiun Sangkrah yang jauhnya berkisar 4 km saja. Pengalaman istimewa memang mahal harganya...

Foto : Fajar Sodiq