Cantiknya Pulau tak Berpenghuni, Pulau Bulupoloe di Luwu Timur

Selain memiliki panorama indah pegunungan dan kecantikan bawah lautnya. Pulau Bulupoloe juga sangat tenang, karena tak berpenghuni, hal ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berpetualang di pulau yang konon terbentuk akibat ditabrak kayu raksasa.

Dianugerahi dengan ribuan pulau, Indonesia masih menyimpan kekayaan alam yang belum banyak diketahui orang. Salah satunya ada di Pulau Sulawesi Selatan, tepatnya di Luwu Timur.

Luwu Timur memang tak begitu terkenal jika dibandingkan dengan Kota Makassar atau Tana Toraja yang objek wisatanya sudah populer dan banyak dikunjungi wisatawan. Tapi Luwu Timur juga memiliki objek wisata yang begitu indah, dan mengundang decak kagum begitu kita melihatnya secara langsung.

Meskipun dikenal sebagai daerah pertambangan, Luwu Timur juga menyimpan destinasi pulau yang memukau, yaitu Pulau Bulupoloe, yang terletak di Teluk Bone, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Pulau Bulupole memiliki keunikan tersendiri yang terdapat pada alam pegunungan yang menyatu dengan keasrian baharinya. Memiliki bentangan pasir putih halus dengan luas sekitar 50 meter, yang mengitari pinggiran pulau. Air lautnya juga berwarna biru jernih, bahkan di beberapa titik pulau terdapat sumber mata air tawar, loh!

Ditambah cantiknya ragam terumbu karang dan ikan warna-warni yang memanjakan mata, cocok untuk yang suka snorkeling atau diving.

Pulau ini merupakan pulau kecil yang berada di tengah laut tak berpenghuni. Di sarankan jika Sobat Pesona ingin berkunjung Pulau Bulupoloe, dan ingin melihat keindahan bawah lautnya, harus membawa peralatan snorkeling atau diving sendiri. Karena belum ada yang menyewakan alat-alat tersebut.

Mitos Pulau Bulupoloe

Tak hanya kecantikannya saja yang menarik perhatian wisatawan. Pulau Bulupole juga menyimpan mitos yang unik. Menurut cerita, nama Pulau Bulupoloe diambil dari bahasa Bugis, yang artinya pulau terpotong atau yang terpisah.

Konon, ada sebuah pohon Welenreng yang tumbang. Kayu dari pohon Welenreng yang tumbang ini digunakan untuk membuat kapal milik putra Raja Luwu, yaitu Sawerigading, untuk menemui kekasihnya dari negeri China.

Bagian dahan dari batang pohon besar ini hanyut hingga ke Teluk Bone. Saking besarnya, hingga menabrak satu pulau lalu terbelah dua. Inilah mengapa pulau ini diberi nama Pulau Bulupoloe.