Pagoda Pulau Kemaro, Delta Legendaris Sungai Musi

Pulau Kemaro selalu diingat sebagai lokasi wisata sejarah dan tempat peribadatan di tengah aliran Sungai Musi, Palembang. Sebuah pulau kecil dengan pagoda cantik bersejarah dan ‘warisan’ legenda Harta Tan Bun An.

Pulau Kemaro tak pernah sepi pengunjung. Khususnya masyarakat Tionghoa yang  menjalankan ibadah di Pagoda di Pulau Kemaro. Letaknya tidak jauh dari pusat Kota Palembang, hanya berjarak sekitar 10 km. Pulau Kemaro bisa dicapai dengan perahu yang bisa disewa dari dermaga Jembatan Ampera.  
 
Pulau Kemaro aslinya merupakan delta Sungai Musi, luasnya sekitar 30 hektar dan hanya dihuni oleh ratusan orang saja. Pulau Kemaro saat ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Kota Palembang. Di pulau kecil ini terdapat pagoda, makam penunggu pulau, klenteng, tempat pembakaran uang kertas, dan pohon cinta.
 
Legenda Harta yang Terbuang
Sejarah Pulau Kemaro berawal dari seorang saudagar Tiongkok bernama Tan Bun An. Ia menjalin kasih dengan perempuan asli Palembang bernama Siti Fatimah. Tan Bun An kemudian mengajak Siti Fatimah berkunjung ke rumah orangtuanya, untuk meminta doa restu untuk pernikahan mereka. Setelah berkunjung, Tan Bun An dan Siti Fatimah lalu kembali ke Palembang dengan membawa hadiah tujuh buah guci pemberian orangtua Tan Bun An.
 
Saat mereka berada di perairan Sungai Musi, Tan Bun An membuka hadiah pemberian orang tuanya.  Tan Bun An terkejut karena melihat isi guci tersebut hanyalah sawi-sawi asin. Tanpa berpikir panjang, kemudian Tan Bun An membuang semua guci tersebut ke Sungai Musi. Namun, saat membuang hadiah yang ketujuh, guci tak sengaja terpecah dan Tan Bun An mendapati ada harta di dalam sawi-sawi asin.
 
Tan Bun An menyesali perbuatannya dengan langsung terjun ke sungai mencari harta yang telah dibuangnya. Melihat kejadian itu, seorang pengawal juga turut menyeburkan diri. Siti Fatimah pun ikut panik ketika mengetahui Tan Bun An dan pengawalnya tidak kunjung tiba di permukaan. Sontak Siti Fatimah pun akhirnya menyeburkan diri ke sungai. Akhirnya ketiga orang itu pun menghilang bersamaan dengan harta yang telah dibuang Tan Bun An ke perairan Sungai Musi.
 
Pulau Kemaro tidak lepas dari legenda terbuangnya harta Tan Bun An di perairan Sungai Musi. Untuk mengenang peristiwa tersebut, masyarakat sekitar Palembang sering datang ke pulau yang dianggap keramat ini. 
 
Pagoda Pulau Kemaro 
Di antara berbagai situs yang terdapat di Pulau Kemaro, ikon utamanya adalah Pagoda Pulau Kemaro. Pada sisi-sisi lantai dasar bangunan pagoda terdapat cerita yang menggambarkan legenda Pulau Kemaro. Dari atas pagoda yang memiliki sembilan lantai ini, kamu bisa menyaksikan keindahan Pulau Kemaro yang dikelilingi oleh Sungai Musi. Sayangnya tidak semua pengunjung boleh memasuki pagoda.
 
Pada bagian yang lain terdapat klenteng, tempat inilah yang menjadi tempat ibadah masyarakat Tionghoa. Bersebelahan dengan klenteng, terdapat bangunan yang diyakini sebagai makam penunggu Pulau Kemaro. Konon, ketiga makam tersebut adalah makam Tan Bun An, Siti Fatimah, dan pengawalnya.
 
Selain letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota, menyambangi pulau ini menjadi liburan yang asik dan murah-meriah. Selain bisa mendapatkan informasi mengenai legenda Pulau Kemaro, pengunjung juga bisa langsung napak tilas perjalanan Tan Bun An dengan menyusuri Sungai Musi menggunakan getek.