Mendaki Bukit Legenda, Menengok Hamparan Batu Sindu

Terletak di Bukit Senubing, formasi batuan yang bertebaran di atas bukit dengan sebuah gua kuno. Dari atas bukit berbatu di Pulau Natuna ini, kita bisa melihat hamparan laut biru yang indah dan menikmati belaian angin sepoi-sepoi yang lembut.

Mengunjungi pulau Natuna, tak lengkap rasanya tanpa bertandang ke lokasi Batu Sindu yang terletak di bukit Senubing. Batu yang menjadi legenda masyarakat Natuna ini menyimpan banyak keindahan, tidak hanya keindahan bukit batu tetapi juga bisa menikmati hamparan laut dengan bebatuan di sepanjang pantai dan berkunjung ke gua kuno.

Menjelajahi Batu Sindu menjadi sebuah kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Keunikan bebatuan di atas bukit, juga menjanjikan pemandangan alam yang menakjubkan seperti laut dan matahari terbit. Lokasinya langsung menghadap ke pesisir Pulau Natuna, ditumbuhi rerumputan, cocok untuk wisata keluarga. Sekadar duduk-duduk menikmati pemandangan laut dan angin yang menyejukkan serta ditemani kudapan, sungguh merupakan pengalaman rekreasi yang istimewa.

Jalan Setapak Ke Hamparan Laut

Untuk menjangkau ke atas bukit ada jalan aspal mulus untuk menuju ke sana. Tetapi jika ingin melihat jernihnya air laut secara dekat harus turun bukit dulu lalu melintasi jalan yang cukup kecil dan terdapat rumput-rumput yang sangat banyak. Sedikit sulit tetapi terbayar saat menuruni bukit dengan pemandangan bebatuan dan air laut yang sangat indah.

Siap berangkat? Jangan lupa, pastikan memakai sepatu yang nyaman saat. Karena lokasinya di atas bukit, akan memerlukan trekking kecil untuk mencapai lokasi. Selain itu, pertimbangkan waktu berkunjung. Jika akan melihat matahari terbit, datang lebih awal di pagi hari atau subuh. Masyarakat sekitar selalu memanfaatkan tempat ini untuk berwisata ketika matahari sudah terbit. Saat pagi, lokasi ini masi cukup lengang sehingga kita bisa puas menikmati sunrise.

Legenda Batu Sindu

Masyarakat Natuna mempercayai, keberadaan batu besar di atas bukit ini berkaitan dengan legenda lokal tentang Batu Sindu. Legenda ini bermula dari sepasang kekasih, perempuan berasal dari Dusun Tanjung Datuk dan laki-laki berasal dari Bukit Senubing. Kisah cinta keduanya berjalan mulus hingga melangsungkan prosesi pinangan dan hantaran dari pihak laki-laki.

Tetapi saat penyambutan hantaran dan jamuan khusus, ada keluarga laki-laki yang mencela jamuan yang disuguhkan. Yang akhirnya membuat keluarga perempuan tersinggung dan mengeluarkan sumpah serapah, orang-orang dari Bukit Senubing tak akan menyebut Tanjung Datuk, begitu pula sebaliknya. Acara pinangan gagal, kisah cinta tak bisa disatukan. Hingga kini, legenda itu masih tertanam kuat, masyarakat percaya jika melanggar sumpah itu, maka bencana akan terjadi.

Mencapai Batu Sindu

Jarak antara Kota Ranai dan Bukit Senubing, sekitar 4,1 km dan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke lokasi. Sedangkan untuk rute, yang terbaik adalah Jalan Datuk Kaya Wan Moh, Benteng.