Melihat Langsung Aktivitas Suku Bajo di Kampung Bajo Mola

Suku Bajo Mantigola yang mayoritas bermukim di Sulawesi dikenal sebagai sang pengembara laut. Wisatawan yang penasaran pun bisa singgah ke pemukimannya di Mantigola, Wakatobi. di sini kita bisa langsung melihat aktivitas Suku Bajo.

Suku Bajo terkenal sebagai orang laut. Mereka tidak tinggal di daratan, melainkan di atas laut. Menurut sejarah, suku Bajo merupakan suku pendatang yang datang ke Wakatobi sekitar tahun 1600-an. Bahkan, keseharian mereka juga menggantungkan hidup dan menjalani kehidupan dari laut Sulawesi.

Karena keunikannya tersebut, membuat Wakatobi seringkali dikunjungi wisatawan yang penasaran dengan kehidupan Suku Bajo. Alih-alih mengembangkan potensi wisata di Wakatobi,  baru-baru ini pemerintah setempat memang sengaja menjadikan tempat ini sebagai Wisata Kampung Bajo atau Kampung Bajo Mola.

Di kampung wisata ini, kita bisa melihat berbagai bentuk rumah-rumah Suku Bajo yang dibangun di atas air laut, dengan menggunakan timbunan karang. Sebagai penghubung dengan daratan, mereka menggunakan jembatan yang terbuat dari kayu, sehingga membuat mereka tak lagi terasing dari masyarakat yang berada di daratan.

Meski begitu, kehidupan yang mereka jalani seakan harmonis dan bersih, ketimbang masyarakat yang ada di daratan. Padahal Suku Bajo tergolong lebih primitif dibanding mereka yang tinggal di daratan.

Walaupun label sebagai orang laut menempel lekat pada Suku Bajo, tak membuat mereka merasa rendah diri. Bahkan, mereka sangat mahir dalam urusan membaca cuaca di lautan, loh! Kerennya, mereka tidak pernah menggunakan kompas atau alat navigasi untuk melaut.

Di desa wisata ini, air bersih pun sudah masuk ke dalam desa, dengan jalur pipa yang sebagian sudah masuk rumah. Akan tetapi, meskipun air bersih sudah tersedia, Suku Bajo memiliki cara mandi yang khas, yakni mandi dengan menggunakan air laut tanpa sabun.

Kemudian dibilas dengan air tawar dan barulah memakai sabun. Tradisi ini dipercaya bisa lebih baik dalam mengangkat kotoran di tubuh. Ya, meskipun sudah terhubung dengan daratan, namun Suku Bajo tetap mempertahankan tradisi mereka untuk tinggal di rumah karang selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Di kampung ini juga sudah terdapat listrik, walaupun penggunaannya masih menggunakan genset yang menyala pukul 18.00 WITA sampai 23.00 WITA. Genset ini merupakan sumbangan dari pemerintah yang sengaja disediakan untuk memudahkan aktivitas penduduk.

Di desa ini kita juga bisa mengikuti aktivitas keseharian Suku Bajo di laut dengan ikut berlayar. Namun, Suku Bajo biasanya hanya akan mencari ikan atau udang pada malam hari. Untuk sampai ke Wakatobi jalurnya cukup mudah, karena sekarang telah tersedia jadwal penerbangan ke tempat ini setiap harinya, meskipun harus transit dulu di Kendari, Sulawesi Utara.