Gunung Kerinci, Gunung Tertinggi di Asia Tenggara

Gunung Kerinci merupakan gunung berapi dengan ketinggian 3.805 mdpl. Gunung yang menjulang tinggi di langit Kota Jambi ini menyimpan sejuta pesona dan potensi geowisata yang menarik dan nyaris sempurna.

Gunung berapi yang tergolong masih aktif ini terletak di area perbatasan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Jambi. Gunung ini memiliki berbagai julukan, di antaranya Gunung Gadang, Korinci, Berapi Kurinci, dan Puncak Indrapura.

Gunung yang termasuk dalam jenis Strato Vulcano ini secara administrasi berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Gunung ini terakhir kali meletus pada tahun 2009. Meski masih berstatus gunung berapi aktif, namun gunung ini tetap menjadi gunung yang digandrungi oleh para pendaki.

Medan pendakian Gunung Kerinci sendiri bisa dibilang cukup menantang, dan sangat cocok bagi pendaki yang menyukai tantangan. Untuk sampai puncak, para pendaki hanya dapat menempuh jalur pendakian utama dan satu-satunya jalur pendakian yang dapat ditempuh, yaitu berawal dari Desa Kresik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Pendakian Gunung Kerinci memakan waktu tempuh selama dua hari, hal ini membuat pendaki wajib mempersiapkan kesehatan fisik dan perbekalan yang cukup. Namun seakan mengerti, ditengah-tengah lelahnya menempuh perjalanan alampun akan menyambut kita dengan pemandangan yang masih terjaga, dengan beragam flora seperti bunga raflesia, pohon mahoni, hingga suweg raksasa.

Jika beruntung kita juga bisa menyaksikan monyet ekor panjang, kus-kus, gajah, tapir dan beragam jenis burung. Waktu terbaik untuk mengunjungi Gunung Kerinci antara bulan Juli-Agustus. Karena pada musim kemarau Gunung Kerinci lebih ramah untuk para pendaki.

Akan tetapi pada bulan Agustus sering kali ada angin kencang di puncak gunung ini. Oleh karena itu, para pendaki harus memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, dan mempersiapkan perbekalan yang cukup banyak.

Ketika mencapai puncak gunung di pagi hari kita juga dapat menikmati indahnya Matahari terbit yang menghangatkan. Bahkan saat malam hari kita tetap dapat menikmati gemerlap langit bertabur bintang. Hal inilah yang membuat pesona Gunung Kerinci seolah tak henti-hentinya menyajikan keindahan pemandangan yang memukau, dan selalu terpampang dengan megahnya.